EMPAT LOKASI DI PANDEGLANG DIUSULKAN JADI KAMPUNG NELAYAN MERAH PUTIH
Pandeglang, pojokjurnal@gmail.com|25 Juni 2026 – Dinas Perikanan Kabupaten Pandeglang mengajukan usulan empat titik lokasi untuk pelaksanaan program Kampung Nelayan Merah Putih kepada Kementerian Kelautan dan Perikanan RI. Usulan ini disusun secara komprehensif, berbasis data faktual di lapangan, serta selaras dengan agenda ketahanan pangan dan penurunan kemiskinan ekstrem sesuai instruksi Presiden Prabowo Subianto.
Sebelum memberikan persetujuan, Kementerian Kelautan dan Perikanan menerapkan proses seleksi serta verifikasi yang ketat. Penilaian mencakup aspek legalitas lahan, kesiapan lokasi, potensi sumber daya alam, hingga dampak sosial dan ekonomi bagi masyarakat. Status hukum lahan menjadi perhatian utama guna menjamin keberlangsungan program dalam jangka panjang.
Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Pandeglang, Uun Junandar, menyampaikan bahwa program ini memiliki manfaat yang sangat besar bagi kawasan pesisir.
“Pemerintah Kabupaten Pandeglang mengusulkan empat titik lokasi baru untuk program Kampung Nelayan Merah Putih. Kami berharap program ini dapat segera direalisasikan pada tahun 2026,” ujarnya, Kamis (25/6).
Keempat lokasi yang diusulkan meliputi Kecamatan Carita, Kecamatan Panimbang, serta dua titik di wilayah Kecamatan Sumur. Saat ini keempat lokasi tersebut sedang dalam tahap penelaahan dan verifikasi oleh tim Kementerian Kelautan dan Perikanan.
“Seluruh persyaratan kami siapkan sesuai petunjuk teknis terbaru. Usulan ini didasarkan pada potensi sumber daya laut yang melimpah di wilayah tersebut serta ketersediaan lahan yang merupakan aset milik pemerintah daerah,” jelasnya.
Program Kampung Nelayan Merah Putih merupakan program prioritas yang dirancang untuk mentransformasi dan memodernisasi kawasan pesisir serta permukiman nelayan. Tujuannya menjadikan wilayah tersebut tertata, bersih, produktif, dan terintegrasi. Program ini juga menjadi bagian dari upaya mewujudkan swasembada pangan nasional, mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis kelautan, serta mengentaskan kemiskinan di wilayah pesisir.
Ke depannya, program ini tidak hanya menyediakan bantuan alat tangkap, tetapi juga membangun berbagai infrastruktur pendukung. Di antaranya adalah gudang pendingin untuk menjaga kualitas hasil tangkapan agar tidak menurun dan harga jual tetap stabil, serta pabrik es guna memenuhi kebutuhan pengawetan ikan selama di laut maupun di darat.
Selain itu, akan dibangun kawasan permukiman yang tertata dan layak huni, serta unit pengolahan hasil perikanan mini yang dilengkapi teknologi pengemasan modern. Fasilitas ini bertujuan meningkatkan nilai jual produk hasil tangkapan nelayan.
Nelayan asal Kecamatan Carita, Rohmat, menyambut baik rencana program tersebut dan berharap segera terealisasi.
“Bagi kami ini bukan sekadar program, melainkan penyediaan sarana dan prasarana yang sangat dibutuhkan. Misalnya dengan adanya gudang pendingin, ikan dapat disimpan lebih lama dan kualitasnya tetap terjaga,” ujarnya.
Reporter Usup Alayubi*

Posting Komentar