Ketua MA: Hilangkan Budaya Bawahan Melayani Pimpinan!*
Yogyakarta- Pojok Jurnal com. Jumat, 06 Feb 2026 Kegiatan Pembinaan [Teknis dan Administrasi Yudisial bagi Ketua, Wakil Ketua, Hakim Tinggi, Hakim Ad Hoc, serta Panitera Pengadilan tingkat banding dan tingkat pertama dilaksanakan di Ruang Sidang Utama Pengadilan Tinggi Yogyakarta pada Jumat (6/2). Kegiatan tersebut menghadirkan Ketua Mahkamah Agung RI, Prof. Sunarto, sebagai narasumber.
Dalam kesempatan tersebut, pimpinan juga menekankan pentingnya perubahan pola pikir di lingkungan peradilan. Budaya “bawahan melayani pimpinan” yang tidak pada tempatnya harus dihilangkan dan perubahan harus dimulai dari jajaran pimpinan sebagai teladan.
Ia menjelaskan bahwa praktik korupsi umumnya berangkat dari 3 faktor utama, yakni kesempatan, kebutuhan, dan keserakahan. Namun, dengan adanya peningkatan kesejahteraan aparatur peradilan, kebutuhan dasar pada dasarnya telah dipenuhi oleh negara. Oleh karena itu, apabila masih terjadi korupsi, maka hal tersebut lebih disebabkan oleh adanya kesempatan dan karakter keserakahan individu.
Karena itu, pimpinan di setiap satuan kerja diharapkan proaktif mengingatkan jajaran di bawahnya sekaligus menjadi role model dalam menjaga integritas, profesionalitas, dan etika kerja. Kedepan, kebijakan promosi, mutasi, dan penempatan (TPM) di lingkungan peradilan juga diarahkan semakin berbasis pada profiling Badan Pengawasan serta rekam jejak integritas aparatur.
Red Bahrudin
Sumber Humas MA Jakarta

Posting Komentar