-->
Telusuri
24 C
id
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Redaksi
  • Syarat dan Ketentuan
  • Pedoman Media Siber
PojokJurnal.Com
  • Beranda
  • Nasional
  • Daerah
  • Kabar Polisi
  • Kabar TNI
  • Hukrim
  • Peristiwa
  • Pedidikan
  • Opini
  • Sosok
  • Teknologi
  • Industri
  • Info dan Tips
  • Wisata
  • Kuliner
  • Olahraga
  • Politik
  • Ekonomi
Telusuri

PT. Via Multi Media

PT. Via Multi Media
www.pojokjurnal.com
Beranda Judex Facti Lalai Mencantumkan Irah-Irah Demi Keadilan Berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa* Judex Facti Lalai Mencantumkan Irah-Irah Demi Keadilan Berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa*

Judex Facti Lalai Mencantumkan Irah-Irah Demi Keadilan Berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa*

Bahrudin Thea
Bahrudin Thea
11 Jan, 2026 0 0
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp


Irah-irah: - Pojok Jurnal com.  “[.Minggu, 11 Jan 2026  Demi Keadilan Berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa” adalah syarat makna filosofis dan agamis yang merupakan wujud pernyataan hakim, bahwa putusannya tersebut mengandung dimensi kesaksian bahwa putusannya adalah benar dan juga didasarkan pada Ketuhanan Yang Maha Esa.


Demikian kaidah hukum yang termuat dalam Putusan Nomor 2453 K/Pdt/2024 tanggal 20 Agustus 2024.


Perkara ini bermula setelah pasangan suami istri Syamsul Bahar dan Miarsih meninggal dunia. Para Penggugat yang merupakan kakak dan adik kandung dari Miarsih menuntut agar harta peninggalan Miarsih menjadi hak Para Penggugat sehingga penguasaan objek sengketa oleh Tergugat I merupakan Perbuatan Melawan Hukum sebab Tergugat I merupakan anak angkat bukan anak kandung dari Miarsih.


Tergugat I menyangkal dalil Para Penggugat tersebut karena Tergugat I adalah ahli waris yang berhak sebagaimana bukti akta kelahiran.


Pengadilan Negeri Kisaran memberikan putusan No. 78/Pdt.G/2023/PN Kis tanggal 11 Mei 2023 yang pada pokoknya menolak tuntutan provisi Penggugat, menolak eksepsi Tergugat, menolak gugatan Penggugat Konvensi seluruhnya dan mengabulkan gugatan rekonvensi dari Tergugat I Konvensi seluruhnya.


Bahwa ternyata di awal /kepala putusan PN Kisaran tersebut tidak dicantumkan irah-irah Demi Keadilan Berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa yang merupakan syarat formal suatu putusan sebagaimana ditentukan dalam Pasal 2 ayat (1) UU No. 48 Tahun 2009 tentang Kekuasaan Kehakiman.


Bahwa Para Penggugat kemudian mengajukan banding dimana salah satu alasan dalam memori bandingnya adalah mengenai tidak dicantumkannya irah-irah Demi Keadilan Berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa namun Pengadilan Tinggi Medan dalam Putusannya No. 292/PDT/2023/PT MDN tanggal 27 Juli 2023 menguatkan putusan PN Kisaran tersebut tanpa membahas tentang tidak dicantumkannya irah-irah Demi Keadilan Berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa.   


Bahwa dalam Tingkat kasasi Mahkamah Agung memberikan pertimbangan hukum antara lain sebagai berikut:


Bahwa tidak dicantumkannya irah-irah: “Demi Keadilan Berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa” yang mempunyai implikasi hukum bahwa putusan tersebut mengandung cacat formal dan karena itu menjadi batal demi hukum, akan tetapi dengan mengingat asas peradilan dilakukan dengan sederhana, cepat dan biaya ringan sebagaimana ditentukan dalam Pasal 2 ayat (4) Undang Undang Nomor 48 Tahun 2009 tentang Kekuasaan Kehakiman dan juga oleh karena Judex Facti/Pengadilan Negeri Kisaran sudah mempertimbangkan bukti-bukti dari para pihak, maka Judex Juris akan mengadili sendiri dengan mempertimbangkan bukti-bukti yang sudah diajukan oleh para pihak.


Bahwa salah satu dari objek sengketa dalam perkara a quo berupa sebidang tanah seluas 11.714 m² berikut bangunan rumah yang terletak di Dusun V, Desa Sei Suka Deras, Kecamatan Sei Suka, Kabupaten Batubara berdasarkan Sertifikat Hak Milik Nomor 335/Sei Suka Deras, tanggal 29 April 2004, atas nama Miarsih telah nyata dijadikan agunan pada Bank Rakyat Indonesia Kantor Cabang Pembantu lndrapura.


Bahwa oleh karena pokok sengketa dalam perkara a quo tentang penentuan ahli waris di antara Para Penggugat dengan Tergugat I yang berhak atas objek sengketa, dan ternyata oleh karena salah satu dari objek sengketa telah dijadikan agunan/hak tanggungan pada pihak ketiga (bank), dan perbuatan mana terbukti merupakan transaksi pertama sebagaimana dimaksud Surat Edaran Mahkamah Agung (SEMA) Nomor 4 Tahun 2016 tentang Pemberlakuan Rumusan Hasil Rapat Pleno Kamar Mahkamah Agung huruf B angka 3 menyatakan: "sengketa hak milik sebagaimana dimaksud dalam ketentuan Pasal 50 ayat (2) Undang Undang Nomor 3 Tahun 2006 tentang Peradilan Agama merupakan kewenangan pengadilan agama sepanjang sengketa kepemilikan tersebut timbul akibat dari transaksi pertama yang dilakukan oleh salah seorang ahli waris dengan pihak lain" serta memperhatikan ketentuan Pasal 49 dan Pasal 50 Undang Undang Nomor 3 Tahun 2006 tentang Perubahan atas Undang Undang Nomor 7 Tahun 1989 tentang Peradilan Agama, maka penyelesaian sengketa dalam perkara a quo merupakan kewenangan absolut pengadilan agama dan Pengadilan Negeri Kisaran harus menyatakan diri tidak berwenang.


Putusan kasasi tersebut membatalkan putusan Judex Facti PT Medan yang menguatkan putusan PN Kisaran kemudian Mahkamah Agung mengadili sendiri dengan mengabulkan eksepsi Tergugat I dan menyatakan PN Kisaran tidak berwenang memeriksa dan mengadili perkara a quo.


Terhadap putusan kasasi itu Para Penggugat telah mengajukan permohonan peninjauan kembali akan tetapi Mahkamah Agung menolak permohonan peninjauan kembali sebagaimana Putusan No. 972 PK/Pdt/2025 tanggal 28 Juli 2025 sehingga putusan kasasi tersebut tetap berlaku.“Demi Keadilan Berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa” adalah syarat makna filosofis dan agamis yang merupakan wujud pernyataan hakim, bahwa putusannya tersebut mengandung dimensi kesaksian bahwa putusannya adalah benar dan juga didasarkan pada Ketuhanan Yang Maha Esa.


Demikian kaidah hukum yang termuat dalam Putusan Nomor 2453 K/Pdt/2024 tanggal 20 Agustus 2024.


Perkara ini bermula setelah pasangan suami istri Syamsul Bahar dan Miarsih meninggal dunia. Para Penggugat yang merupakan kakak dan adik kandung dari Miarsih menuntut agar harta peninggalan Miarsih menjadi hak Para Penggugat sehingga penguasaan objek sengketa oleh Tergugat I merupakan Perbuatan Melawan Hukum sebab Tergugat I merupakan anak angkat bukan anak kandung dari Miarsih.


Tergugat I menyangkal dalil Para Penggugat tersebut karena Tergugat I adalah ahli waris yang berhak sebagaimana bukti akta kelahiran.


Pengadilan Negeri Kisaran memberikan putusan No. 78/Pdt.G/2023/PN Kis tanggal 11 Mei 2023 yang pada pokoknya menolak tuntutan provisi Penggugat, menolak eksepsi Tergugat, menolak gugatan Penggugat Konvensi seluruhnya dan mengabulkan gugatan rekonvensi dari Tergugat I Konvensi seluruhnya.


Bahwa ternyata di awal /kepala putusan PN Kisaran tersebut tidak dicantumkan irah-irah Demi Keadilan Berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa yang merupakan syarat formal suatu putusan sebagaimana ditentukan dalam Pasal 2 ayat (1) UU No. 48 Tahun 2009 tentang Kekuasaan Kehakiman.


Bahwa Para Penggugat kemudian mengajukan banding dimana salah satu alasan dalam memori bandingnya adalah mengenai tidak dicantumkannya irah-irah Demi Keadilan Berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa namun Pengadilan Tinggi Medan dalam Putusannya No. 292/PDT/2023/PT MDN tanggal 27 Juli 2023 menguatkan putusan PN Kisaran tersebut tanpa membahas tentang tidak dicantumkannya irah-irah Demi Keadilan Berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa.   


Bahwa dalam Tingkat kasasi Mahkamah Agung memberikan pertimbangan hukum antara lain sebagai berikut:


Bahwa tidak dicantumkannya irah-irah: “Demi Keadilan Berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa” yang mempunyai implikasi hukum bahwa putusan tersebut mengandung cacat formal dan karena itu menjadi batal demi hukum, akan tetapi dengan mengingat asas peradilan dilakukan dengan sederhana, cepat dan biaya ringan sebagaimana ditentukan dalam Pasal 2 ayat (4) Undang Undang Nomor 48 Tahun 2009 tentang Kekuasaan Kehakiman dan juga oleh karena Judex Facti/Pengadilan Negeri Kisaran sudah mempertimbangkan bukti-bukti dari para pihak, maka Judex Juris akan mengadili sendiri dengan mempertimbangkan bukti-bukti yang sudah diajukan oleh para pihak.


Bahwa salah satu dari objek sengketa dalam perkara a quo berupa sebidang tanah seluas 11.714 m² berikut bangunan rumah yang terletak di Dusun V, Desa Sei Suka Deras, Kecamatan Sei Suka, Kabupaten Batubara berdasarkan Sertifikat Hak Milik Nomor 335/Sei Suka Deras, tanggal 29 April 2004, atas nama Miarsih telah nyata dijadikan agunan pada Bank Rakyat Indonesia Kantor Cabang Pembantu lndrapura.


Bahwa oleh karena pokok sengketa dalam perkara a quo tentang penentuan ahli waris di antara Para Penggugat dengan Tergugat I yang berhak atas objek sengketa, dan ternyata oleh karena salah satu dari objek sengketa telah dijadikan agunan/hak tanggungan pada pihak ketiga (bank), dan perbuatan mana terbukti merupakan transaksi pertama sebagaimana dimaksud Surat Edaran Mahkamah Agung (SEMA) Nomor 4 Tahun 2016 tentang Pemberlakuan Rumusan Hasil Rapat Pleno Kamar Mahkamah Agung huruf B angka 3 menyatakan: "sengketa hak milik sebagaimana dimaksud dalam ketentuan Pasal 50 ayat (2) Undang Undang Nomor 3 Tahun 2006 tentang Peradilan Agama merupakan kewenangan pengadilan agama sepanjang sengketa kepemilikan tersebut timbul akibat dari transaksi pertama yang dilakukan oleh salah seorang ahli waris dengan pihak lain" serta memperhatikan ketentuan Pasal 49 dan Pasal 50 Undang Undang Nomor 3 Tahun 2006 tentang Perubahan atas Undang Undang Nomor 7 Tahun 1989 tentang Peradilan Agama, maka penyelesaian sengketa dalam perkara a quo merupakan kewenangan absolut pengadilan agama dan Pengadilan Negeri Kisaran harus menyatakan diri tidak berwenang.


Putusan kasasi tersebut membatalkan putusan Judex Facti PT Medan yang menguatkan putusan PN Kisaran kemudian Mahkamah Agung mengadili sendiri dengan mengabulkan eksepsi Tergugat I dan menyatakan PN Kisaran tidak berwenang memeriksa dan mengadili perkara a quo.


Terhadap putusan kasasi itu Para Penggugat telah mengajukan permohonan peninjauan kembali akan tetapi Mahkamah Agung menolak permohonan peninjauan kembali sebagaimana Putusan No. 972 PK/Pdt/2025 tanggal 28 Juli 2025 sehingga putusan kasasi tersebut tetap berlaku.

Red: Bahrudin 

Sumber Humas MA Jakarta 

Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Postingan Lama
Postingan Lebih Baru

Anda mungkin menyukai postingan ini

Posting Komentar

ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

UCAPAN DARI YUKIE PAS BAND

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Advertiser

Advertiser
CAVIAR HERBAL

Stay Conneted

twitter Follow
instagram Follow
pinterest Follow

Featured Post

Koramil Mandalawangi dan Persit Bagikan Masker, Warga Diimbau Waspadai Abu Vulkanik Krakatau

Bahrudin Thea- Selasa, September 08, 2026 0
Koramil Mandalawangi dan Persit Bagikan Masker, Warga Diimbau Waspadai Abu Vulkanik Krakatau
PANDEGLANG — PojokJurnal com . [Meningkatkan kewaspadaan masyarakat terhadap potensi dampak aktivitas Gunung Krakatau, Koramil 0105/Mandalawangi Kodim 0601…

Berita Terpopuler

Gerakan Serang Raya Desak Kejaksaan Tinggi Banten: Audit Menyeluruh 8 PKBM Kabupaten Serang

Gerakan Serang Raya Desak Kejaksaan Tinggi Banten: Audit Menyeluruh 8 PKBM Kabupaten Serang

Rabu, September 02, 2026
KEBAL HUKUM? Dugaan Penyalahgunaan Solar Bersubsidi: Laporan Sudah Diserahkan, Namun Pemeriksaan Belum Juga Berjalan — Kapolda Diminta Tegas

KEBAL HUKUM? Dugaan Penyalahgunaan Solar Bersubsidi: Laporan Sudah Diserahkan, Namun Pemeriksaan Belum Juga Berjalan — Kapolda Diminta Tegas

Kamis, September 03, 2026
Aliansi Peduli Banten Pertanyakan SMK Negeri 15 Pandeglang: Belum Punya Gedung Sendiri, Pembelajaran Menumpang — Pengelolaan Anggaran Dipertanyakan

Aliansi Peduli Banten Pertanyakan SMK Negeri 15 Pandeglang: Belum Punya Gedung Sendiri, Pembelajaran Menumpang — Pengelolaan Anggaran Dipertanyakan

Jumat, September 04, 2026
KANDANG AYAM 50 RIBU EKOR DI BAROS MELEDAK! Modal Desa, Tanah Bengkok, Zonasi dan Izin Lingkungan Dipertanyakan

KANDANG AYAM 50 RIBU EKOR DI BAROS MELEDAK! Modal Desa, Tanah Bengkok, Zonasi dan Izin Lingkungan Dipertanyakan

Selasa, September 01, 2026
Gerakan Serang Raya Desak Kejaksaan Tinggi Banten Audit 8 PKBM di Kabupaten Serang, Temukan Banyak Kejanggalan

Gerakan Serang Raya Desak Kejaksaan Tinggi Banten Audit 8 PKBM di Kabupaten Serang, Temukan Banyak Kejanggalan

Rabu, September 02, 2026
Ketua Bawaslu OKU Selatan Tanggapi Video Viral Perusakan Baliho Caleg

Ketua Bawaslu OKU Selatan Tanggapi Video Viral Perusakan Baliho Caleg

Kamis, Desember 28, 2023
Manajemen Hotel Merpati Merak Berbagi dengan Anak Yatim di Bulan Ramadan

Manajemen Hotel Merpati Merak Berbagi dengan Anak Yatim di Bulan Ramadan

Jumat, Maret 06, 2026
Legenda Si Pahit Lidah dan Mata Empat di Danau Ranau

Legenda Si Pahit Lidah dan Mata Empat di Danau Ranau

Jumat, Desember 29, 2023
Kapolsek Panggarangan Pimpin Apel Pagi di Wisata Kelapa Warna, Hari Ke-8 Lilin Maung 2023

Kapolsek Panggarangan Pimpin Apel Pagi di Wisata Kelapa Warna, Hari Ke-8 Lilin Maung 2023

Jumat, Desember 29, 2023
Pembangunan Cor Beton di Desa Lewibalang Mangkrak, Warga Pertanyakan Pengawasan Pemerintah

Pembangunan Cor Beton di Desa Lewibalang Mangkrak, Warga Pertanyakan Pengawasan Pemerintah

Jumat, September 04, 2026

Berita Terpopuler

Gerakan Serang Raya Desak Kejaksaan Tinggi Banten: Audit Menyeluruh 8 PKBM Kabupaten Serang

Gerakan Serang Raya Desak Kejaksaan Tinggi Banten: Audit Menyeluruh 8 PKBM Kabupaten Serang

Rabu, September 02, 2026
KEBAL HUKUM? Dugaan Penyalahgunaan Solar Bersubsidi: Laporan Sudah Diserahkan, Namun Pemeriksaan Belum Juga Berjalan — Kapolda Diminta Tegas

KEBAL HUKUM? Dugaan Penyalahgunaan Solar Bersubsidi: Laporan Sudah Diserahkan, Namun Pemeriksaan Belum Juga Berjalan — Kapolda Diminta Tegas

Kamis, September 03, 2026
Aliansi Peduli Banten Pertanyakan SMK Negeri 15 Pandeglang: Belum Punya Gedung Sendiri, Pembelajaran Menumpang — Pengelolaan Anggaran Dipertanyakan

Aliansi Peduli Banten Pertanyakan SMK Negeri 15 Pandeglang: Belum Punya Gedung Sendiri, Pembelajaran Menumpang — Pengelolaan Anggaran Dipertanyakan

Jumat, September 04, 2026
KANDANG AYAM 50 RIBU EKOR DI BAROS MELEDAK! Modal Desa, Tanah Bengkok, Zonasi dan Izin Lingkungan Dipertanyakan

KANDANG AYAM 50 RIBU EKOR DI BAROS MELEDAK! Modal Desa, Tanah Bengkok, Zonasi dan Izin Lingkungan Dipertanyakan

Selasa, September 01, 2026
Gerakan Serang Raya Desak Kejaksaan Tinggi Banten Audit 8 PKBM di Kabupaten Serang, Temukan Banyak Kejanggalan

Gerakan Serang Raya Desak Kejaksaan Tinggi Banten Audit 8 PKBM di Kabupaten Serang, Temukan Banyak Kejanggalan

Rabu, September 02, 2026
Ketua Bawaslu OKU Selatan Tanggapi Video Viral Perusakan Baliho Caleg

Ketua Bawaslu OKU Selatan Tanggapi Video Viral Perusakan Baliho Caleg

Kamis, Desember 28, 2023
Manajemen Hotel Merpati Merak Berbagi dengan Anak Yatim di Bulan Ramadan

Manajemen Hotel Merpati Merak Berbagi dengan Anak Yatim di Bulan Ramadan

Jumat, Maret 06, 2026
Legenda Si Pahit Lidah dan Mata Empat di Danau Ranau

Legenda Si Pahit Lidah dan Mata Empat di Danau Ranau

Jumat, Desember 29, 2023
Kapolsek Panggarangan Pimpin Apel Pagi di Wisata Kelapa Warna, Hari Ke-8 Lilin Maung 2023

Kapolsek Panggarangan Pimpin Apel Pagi di Wisata Kelapa Warna, Hari Ke-8 Lilin Maung 2023

Jumat, Desember 29, 2023
Pembangunan Cor Beton di Desa Lewibalang Mangkrak, Warga Pertanyakan Pengawasan Pemerintah

Pembangunan Cor Beton di Desa Lewibalang Mangkrak, Warga Pertanyakan Pengawasan Pemerintah

Jumat, September 04, 2026
PojokJurnal.Com

PT. Via Multimedia

Perusahaan yang bergerak di bidang digitalisasi, News, Jurnalistik, Penyiaran, Event Organizer, branding, dengan komitmen menghadirkan solusi kreatif dan inovatif untuk mendukung transformasi digital di berbagai sektor. Membangun identitas digital yang kuat, modern, dan relevan dengan perkembangan teknologi masa kini. "(LEGAL PT. VIA MULTIMEDIA: NOMOR AHU-0049900.AH.01.01.TAHUN 2025 Akta Nomor 01 Tanggal 19 Juni 2025 yang dibuat oleh ROBIA AL ADAWIYAH S.H., M.KN. PERIZINAN BERUSAHA BERBASIS RISIKO NOMOR INDUK BERUSAHA: 2409250096209)".

Follow Us

Copyright © 2026 | PojokJurnal.Com/PT.ViaMultimedia
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Syarat dan Ketentuan