-->
Telusuri
24 C
id
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Redaksi
  • Syarat dan Ketentuan
  • Pedoman Media Siber
PojokJurnal.Com
  • Beranda
  • Nasional
  • Daerah
  • Kabar Polisi
  • Kabar TNI
  • Hukrim
  • Peristiwa
  • Pedidikan
  • Opini
  • Sosok
  • Teknologi
  • Industri
  • Info dan Tips
  • Wisata
  • Kuliner
  • Olahraga
  • Politik
  • Ekonomi
Telusuri

PT. Via Multi Media

PT. Via Multi Media
www.pojokjurnal.com
Beranda Unsur Kesesatan Fakta (Feitelijk Dwaling) dalam Perintah Jabatan yang Sah* Unsur Kesesatan Fakta (Feitelijk Dwaling) dalam Perintah Jabatan yang Sah*

Unsur Kesesatan Fakta (Feitelijk Dwaling) dalam Perintah Jabatan yang Sah*

Bahrudin Thea
Bahrudin Thea
26 Des, 2025 0 0
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp



Jakarta - Pojok Jurnal com  [Jumat, 26 Des 2025  Bayangkan seorang bawahan berdasar atas perintah yang sah melakukan perbuatan yang tergolong tindak pidana, semata-mata akibat tidak terungkapnya atau tidak diketahui rentetan fakta hukum yang sesungguhnya. Fenomena yang demikian inilah menjadi dasar pembelaan dalam pemeriksaan persidangan, karena tentunya hakim harus memastikan telah ada unsur kesengajaan sebagai dasar penghukuman. Bilamana tidak dijumpai unsur demikian, maka boleh jadi fenomena ini disebut dengan Feitelijk Dwaling¸ atau kesesatan fakta.


Membedah Konsep Feitelijk Dwaling Dalam Tataran Teoritis


Meski istilah Feitelijk Dwaling tidak ditemukan dalam KUHP, serta dalam penjelasannya atau yang disebut Memorie van Toelichting hanya sebatas memuat maksud dolus/ culpa saja, Feitelijk Dwaling dapat diartikan sebagai suatu perkembangan dari bentuk kealpaan, asalnya adalah dari sesuatu yang tidak dapat disadari telah adanya fenomena hukum yang masuk ke dalam ranah tindak pidana, muaranya karena ketidaktahuan meski sudah menerapkan unsur kehati-hatian (Hiariej, 2013).


Pasalnya, feitelijk dwaling dititikberatkan sebagai penentu pelaku tidak dikenai pertanggungjawaban pidana. Sebab karena adanya minim fakta, atau ketidaksesuaian fakta yang secara sengaja atau tidak sengaja dikaburkan, sehingga menyesatkan kehendak dari pelaku untuk berbuat yang seharusnya. Maksud dan apa yang ditujukan dari kehendak tidak lagi dapat dibuktikan.


Pisau analisnya dalam menilai perbuatan apakah tergolong sebagai tindak pidana atau tidak adalah dengan membedah unsur kealpaan dan kausalitas. Menentukan perbuatan dengan satu per satu unsur dari kealpaan menjadi penting untuk membuktikan sebab musabab fakta hukum sudah sampai pada taraf tidak lagi dapat membayangkan ketidakhati-hatian tidak yang dapat diduga-duga, sehingga terlanjur mengambil keputusan atau tindakan yang konsekuensi hukumnya mengarah pada tindak pidana.


Ilmiahnya, unsur kealpaan/ culpa itu sendiri dapat dibedah melalui bagaimana pelaku seharusnya atau tidak membayangkan timbul suatu akibat yang terjadi atas perbuatannya, umumnya dengan mengukur kadar "kehati-hatian" dan "penduga-dugaan" sebagai sesuatu yang saling berkelindan, ketika akan dan saat melakukan, atau justru tidak melakukan sesuatu yang menjadi bagian dari tindak pidana. Maka yang dilihat adalah ruangnya masuk ke dalam kategori culpa lata (kurangnya kadar kehati-hatian yang teramat besar) atau justru sebaliknya dalam culpa levis (Meliala, 2020).


Dengan cara lain, menentukan kelalaian yang paling rasional adalah memakai perspektif dolus (kesengajaan) sebagai irisan, dengan unsur yang digunakan adalah menghendaki dan mengetahui (willen an wetten). Dalam menghendaki sebagai suatu maksud (voornemen), ia lahir dari sikap batin yang tentunya sangat sulit untuk diukur secara pasti oleh siapapun. Satu-satunya penilaian terhadap kehendak adalah melihat "tujuan" yang ditujukan dari perbuatan itu, dengan menelisik apa yang menghendakinya dan apa akibat dari yang dikehendakinya.


Sedangkan terhadap unsur pengetahuan, meski tanpa adanya kehendak, tetapi karena dalam kapasitas diri pelaku seharusnya sudah bisa membayangkan bahwa seharusnya sudah dapat menduga-duga tetapi tidak melaksanakan kehati-hatian, maka unsur mengetahui bisa saja sudah terpenuhi. Sebaliknya, jikalau pelaku dibebani suatu kewajiban lain yang semisal berdasar surat perintah, sedang tanpa diketahui ada maksud mengarah pada tindak pidana sebelumnya diluar dari pengetahuannya, maka dapat menjadi alasan pembenar untuk tidak dapat dijerat pemidanaan. Sederhananya, dalam konteks yang sama adalah menggali apa yang diketahui dan apa akibatnya dari diketahuinya pengetahuan itu


Konsep ketidaktahuan ini tidak bisa dimaknai dengan postulat Ignorantia juris non excusat (ketidaktahuan akan hukum tidak memaafkan), karena ruang ketidaktahuan bukan lagi terhadap persoalan normatif, melainkan sandaran fakta yang disesatkan sehingga tidak dapat dikonstatir sebagai bagian dari tindak pidana. Artinya, dia sebetulnya tidak mengetahui dan menghendaki terjadinya perbuatan yang ia lakukan tersebut. Elemen terpenting dalam hukum pidana yakni kesalahan sudah tidak dapat lagi dibuktikan, sehingga pelaku tidak dikenai pertanggungjawban pidana sebagaimana mestinya.


Mengulik Pemenuhan Unsur Perintah Jabatan yang Sah Sebagai Relevansi


Untuk menentukan ketidaktahuan sebagai hal yang tidak disadari, maka question of law bukan lagi disandarkan terhadap "siapa yang melakukan kesalahan", tetapi kepada "siapa yang menyebabkan". Sehingga sebab musababnya perbuatan perlu dikaji dari muara hulu ke hilir, lewat rentetan fakta untuk menggali unsur kealpaannya. 


Dengan demikian, membuktikan feitelijke dwaling tidak hanya melihat pada unsur kealpaan, tetapi juga kausalitasnya untuk mencari akar penyebab yang utamanya berasal dari pihak lain, entah dengan maksud sengaja menyesatkan atau tidak terhadap suatu fakta. Umumnya, kesesatan ini ditandai dengan "adanya pembebanan kewajiban lain", yang salah satunya didapati dari “perintah jabatan” yang sah.


Perintah jabatan atau yang dikenal dengan ambtelijk bevel senyatanya telah tertuang dalam Pasal 51 ayat 1 dan 2 KUHP, yang pada pokoknya menegaskan perbuatan yang muaranya berasal dari “penguasa yang berwenang” tidak dipidana, dan “perintah jabatan tanpa wewenang” menyebabkan pidana terhapus, kecuali sudah ada itikad baik yang memperkirakan bahwa perintah telah berdasar pada wewenang yang menjadi lingkup pekerjaannya. Putusan Hoge Raad No. 6603 17 Desember 1899 memperjelas maksud perintah bukan hanya yang bersifat konkret saja, melainkan instruksi yang bersifat umum.


Perintah yang dimaksud tentu haruslah seseorang yang memiliki l’autorite legitime, sehingga unsur barangsiapa antara “perintah” dengan “pelaksana/ penerima perintah” harus dibuktikan jelas bahwa ia memang mengetahui pejabat tersebut berwenang sesuai cakupannya, serta jelas terdapat hubungan hukum diantara keduanya. 


Barulah kemudian dihubungkan dengan unsur kealpaan dan kausalitas untuk memperoleh adanya Feitelijk Dwaling, meski kehati-hatian dan penduga-dugaan melihatnya sebagai perbuatan biasa dan sudah dilaksanakan sesuai apa yang ia ketahui.

Red: Bahrudin 

Sumber Humas MA Jakarta 

Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Postingan Lama
Postingan Lebih Baru

Anda mungkin menyukai postingan ini

Posting Komentar

ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

UCAPAN DARI YUKIE PAS BAND

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Advertiser

Advertiser
CAVIAR HERBAL

Advertiser

Advertiser
Marhaban Yaa Ramadhan "DPRD Provinsi Banten Mengucapkan Selamat Menunaikan Ibadah Puasa"

Stay Conneted

twitter Follow
instagram Follow
pinterest Follow

Featured Post

*Perkuat Budaya Anti Suap, MA Perluas Implementasi SMAP di Eselon I Hingga Pengadilan Banding*

Bahrudin Thea- Sabtu, April 11, 2026 0
*Perkuat Budaya Anti Suap, MA Perluas Implementasi SMAP di Eselon I Hingga Pengadilan Banding*
Jakarta - PojokJurnal com .   [ Jum'at,10 April 2026. Ketua Kamar Pengawasan Mahkamah Agung menegaskan bahwa integritas adalah fondasi utama bagi MA untu…

Berita Terpopuler

Dugaan Korupsi Infrastruktur Mengemuka, APB Laporkan DPUPR Cilegon ke Kejari : Kerugian Negara Capai Rp 3,4 Miliar

Dugaan Korupsi Infrastruktur Mengemuka, APB Laporkan DPUPR Cilegon ke Kejari : Kerugian Negara Capai Rp 3,4 Miliar

Kamis, April 09, 2026
Presiden Tekankan Kerja Nyata, Kementerian Ekraf Siap Jadi Motor Ketahanan Ekonomi Nasional*

Presiden Tekankan Kerja Nyata, Kementerian Ekraf Siap Jadi Motor Ketahanan Ekonomi Nasional*

Kamis, April 09, 2026
Penolakan Warga  Kampung  Pamengker   Adanya Aktifitas  Wisata  PT Vila Emas Dan Pendakian  Gunung Pulosari  Disoal

Penolakan Warga Kampung Pamengker Adanya Aktifitas Wisata PT Vila Emas Dan Pendakian Gunung Pulosari Disoal

Selasa, April 07, 2026
Jelang Idul Adha Saung Ternak Terate Sediakan Hewan Qurban dengan Harga Bersahabat

Jelang Idul Adha Saung Ternak Terate Sediakan Hewan Qurban dengan Harga Bersahabat

Senin, April 06, 2026
*Kaji Perubahan Pola Mutasi & Promosi Kepaniteraan, BSDK MA Gelar FGD*

*Kaji Perubahan Pola Mutasi & Promosi Kepaniteraan, BSDK MA Gelar FGD*

Kamis, April 09, 2026
 *Sejauh Mana Etika Mempengaruhi Putusan Hakim?*

*Sejauh Mana Etika Mempengaruhi Putusan Hakim?*

Kamis, April 09, 2026
Hadiri Halalbihalal MAPPI, Wamen Ossy Ingatkan Pentingnya Nilai Integritas dalam Profesi Penilai*

Hadiri Halalbihalal MAPPI, Wamen Ossy Ingatkan Pentingnya Nilai Integritas dalam Profesi Penilai*

Kamis, April 09, 2026
DPP PJS Kumpulkan Pimpinan DPD Se-Indonesia, Bahas Persiapan Final Konstituen Dewan Pers

DPP PJS Kumpulkan Pimpinan DPD Se-Indonesia, Bahas Persiapan Final Konstituen Dewan Pers

Selasa, April 07, 2026
Danrem 064/MY Tinjau Rehab Panti Asuhan di Serang, Kehadiran TNI AD Terasa di Tengah Masyarakat

Danrem 064/MY Tinjau Rehab Panti Asuhan di Serang, Kehadiran TNI AD Terasa di Tengah Masyarakat

Jumat, April 10, 2026
Dugaan Korupsi Proyek Jalan di Lebak Dilaporkan ke Kejari, Potensi Kerugian Negara Miliaran Rupiah

Dugaan Korupsi Proyek Jalan di Lebak Dilaporkan ke Kejari, Potensi Kerugian Negara Miliaran Rupiah

Kamis, April 09, 2026

Berita Terpopuler

Dugaan Korupsi Infrastruktur Mengemuka, APB Laporkan DPUPR Cilegon ke Kejari : Kerugian Negara Capai Rp 3,4 Miliar

Dugaan Korupsi Infrastruktur Mengemuka, APB Laporkan DPUPR Cilegon ke Kejari : Kerugian Negara Capai Rp 3,4 Miliar

Kamis, April 09, 2026
Presiden Tekankan Kerja Nyata, Kementerian Ekraf Siap Jadi Motor Ketahanan Ekonomi Nasional*

Presiden Tekankan Kerja Nyata, Kementerian Ekraf Siap Jadi Motor Ketahanan Ekonomi Nasional*

Kamis, April 09, 2026
Penolakan Warga  Kampung  Pamengker   Adanya Aktifitas  Wisata  PT Vila Emas Dan Pendakian  Gunung Pulosari  Disoal

Penolakan Warga Kampung Pamengker Adanya Aktifitas Wisata PT Vila Emas Dan Pendakian Gunung Pulosari Disoal

Selasa, April 07, 2026
Jelang Idul Adha Saung Ternak Terate Sediakan Hewan Qurban dengan Harga Bersahabat

Jelang Idul Adha Saung Ternak Terate Sediakan Hewan Qurban dengan Harga Bersahabat

Senin, April 06, 2026
*Kaji Perubahan Pola Mutasi & Promosi Kepaniteraan, BSDK MA Gelar FGD*

*Kaji Perubahan Pola Mutasi & Promosi Kepaniteraan, BSDK MA Gelar FGD*

Kamis, April 09, 2026
 *Sejauh Mana Etika Mempengaruhi Putusan Hakim?*

*Sejauh Mana Etika Mempengaruhi Putusan Hakim?*

Kamis, April 09, 2026
Hadiri Halalbihalal MAPPI, Wamen Ossy Ingatkan Pentingnya Nilai Integritas dalam Profesi Penilai*

Hadiri Halalbihalal MAPPI, Wamen Ossy Ingatkan Pentingnya Nilai Integritas dalam Profesi Penilai*

Kamis, April 09, 2026
DPP PJS Kumpulkan Pimpinan DPD Se-Indonesia, Bahas Persiapan Final Konstituen Dewan Pers

DPP PJS Kumpulkan Pimpinan DPD Se-Indonesia, Bahas Persiapan Final Konstituen Dewan Pers

Selasa, April 07, 2026
Danrem 064/MY Tinjau Rehab Panti Asuhan di Serang, Kehadiran TNI AD Terasa di Tengah Masyarakat

Danrem 064/MY Tinjau Rehab Panti Asuhan di Serang, Kehadiran TNI AD Terasa di Tengah Masyarakat

Jumat, April 10, 2026
Dugaan Korupsi Proyek Jalan di Lebak Dilaporkan ke Kejari, Potensi Kerugian Negara Miliaran Rupiah

Dugaan Korupsi Proyek Jalan di Lebak Dilaporkan ke Kejari, Potensi Kerugian Negara Miliaran Rupiah

Kamis, April 09, 2026
PojokJurnal.Com

About Us

PojokJurnal.Com merupakan portal berita terkini di Indonesia, menyajikan beragam informasi dari berbagai sektor kehidupan yang disajikan secara sederhana dan mudah dipahami untuk membukan wawasan secara luas.

Contact us: pojokjurnal59@gmail.com

Follow Us

Copyright © 2023 | PojokJurnal.Com
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Syarat dan Ketentuan