*Perempuan di Garda Peradilan: MA Bawa Isu Kepemimpinan hingga AI ke Forum Dunia*
Jakarta- PojokJurnal com. [Jumat, 15 Mei 2026 Adelaide, Australia - *Perempuan di Garda Peradilan: MA Bawa Isu Kepemimpinan hingga AI ke Forum Dunia*
kekerasan berbasis gender dan perlindungan anak di berbagai yurisdiksi kawasan Asia Pasifik”, kata Alumnus Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada tersebut.
Pada konfrensi itu, Nani Indrawati, juga berkesempatan membahas perkembangan kepemimpinan hakim perempuan dan pentingnya penguatan program mentorship bagi perempuan di lingkungan peradilan.
“Dalam mendorong Penguatan Kepemimpinan Hakim Perempuan, Mahkamah Agung melalui BPHPI telah menyusun Program Mentoring”, ujarnya.
Menurutnya, Program Mentoring yang dibentuk oleh BPHPI tersebut menekankan bahwa dukungan kelembagaan, jejaring profesional, dan pembinaan berkelanjutan menjadi faktor penting dalam mendorong penguatan kepemimpinan hakim perempuan.
“Program ini diharapkan menjadi langkah lahirnya lebih banyak pemimpin perempuan di lembaga peradilan”, harap Nani.
Konfrensi Internasional Hakim Wanita se Asia Pasific ini juga dihadiri oleh Carly Schrever, seorang pengacara dan juga peneliti yang ahli dalam bidang psikologi khususnya mengenai Judicial Wellbeing, yang sekaligus merupakan penelitan empiris pertama di Australia yang berfokus khusus pada stres kerja dan kesejahteraan hakim.
Materi tersebut juga pernah disampaikan oleh Dr. Carly Schrever dalam Seminar Wanita Internasional yang diselenggarakan oleh Mahkamah Agung tahun 2024 serta dalam Seminar Hakim Internasional yang diselenggarakan oleh MA RI pada April 2026 di Denpasar, Bali.
Delegasi Indonesia juga berkesempatan melakukan kunjung ke Federal Circuit and Family Court of Australia (FCFCOA) di Adelaide untuk melihat bagaimana Hakim di Australia menangani kasus perselisihan hak asuh anak yang ditangani dengan pendekatan keadilan restoratif dan berorientasi pada kepentingan terbaik baik anak.
Partisipasi Mahkamah Agung RI dalam forum internasional ini menjadi bagian dari upaya memperkuat reformasi kelembagaan peradilan guna menjawab tantangan global, dan membangun peradilan yang inklusif.
“Selain memperluas kerja sama dalam taraf internasional, tetapi juga diharapkan mampu mendorong penguatan kepemimpinan hakim perempuan di Indonesia serta membangun budaya kerja peradilan yang profesional, dan berkeadilan”, ujar Nani.
Selain mengikuti Konferensi IAWJ Regional Asia Pasific di Adelaide, BPHPI akan melanjutkan kegiatannya di Melbourne pada 18-19 Mei 2026 atas undangan dari FCFCOA, lanjutnya.
“Kegiatan tersebut akan membahas mengenai kepemimpinan Perempuan, program mentoring dan kebijakan lingkungan kerja yang aman”, pungkas Nani.
Red Bahrudin
Sumber Humas MA Jakarta

Posting Komentar