*Rekam jejak Sang Maestro Hukum Dr Masyhudi dari korps Adhyaksa jabat Irjen Kemendes*
Jakarta,Senin - PojokJurnal com. [27 April 2026 Dr. Masyhudi, S.H., M.H salah satu Putra terbaik dari kota Semarang yg biasa dikenal dengan julukan Venetie van Java (Venesia dari Jawa): Julukan dari kolonial karena topografi kota yang memiliki banyak sungai/kanal mirip Venesia, Italia.Beliau sosok senior di lingkungan korps Adhyaksa,juga yang memadukan pengalaman praktis di dunia penegakan hukum dengan kedalaman akademis nya.
Kepindahannya dari lingkungan Kejaksaan Agung (Adhyaksa) menuju posisi Inspektur Jenderal (Irjen) di Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDT) mencerminkan kepercayaan institusi terhadap kapasitasnya dalam melakukan pengawasan dan penguatan tata kelola pemerintahan.
Berikut adalah rekam jejak dan profil profesional Dr. Masyhudi:
1. Karier di Lingkungan Adhyaksa (Kejaksaan RI)
Sebelum mengabdi di Kemendes PDT, Dr. Masyhudi menapaki karier panjang sebagai jaksa karier. Ia dikenal memiliki rekam jejak yang bersih dan fokus pada penguatan internal institusi Adhyaksa sebagai berikut :
1.Di saat beliau menjabat Kepala Kejaksaan Tinggi Kalbar beliau mendapat
* Apresiasi dari Menteri Sosial RI (saat itu Ibu Tri Rismaharini) pada Agustus 2021 dalam bidang pengawasan dan penyelamatan keuangan negara terkait bantuan sosial (bansos).
* Mendapat penghargaan dari KPK Prestasi menerima penghargaan atas Penanganan Tindak Pidana Korupsi Terbaik Tingkat Kedua dengan skor 12.95.
Waktu: Penghargaan tersebut diserahkan sekitar akhir tahun 2022
2. Juara I dari gedung bundar Kejaksaan Agung RI
3. Kepala Kejaksaan Tinggi DIY
4. Kepala Biro Kepegawaian yg pertama mendorong Reformasi Birokrasi dilingkungan JAM Pembinaan
5. Wakil Kepala Kejaksaan type 1A Khusus Tinggi DKI Jakarta
6. Kepala Kejaksaan Negeri Luwuk Banggai juga mendapat penghargaan nomor 1 sebagai Kejari dlm penanganan Korupsi.
Jabatan Strategis: Ia pernah menduduki sejumlah posisi kunci, antara lain Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Kalimantan Barat. Selama masa jabatannya, ia dikenal aktif dalam melakukan reformasi birokrasi di lingkungan kejaksaan daerah dan menekankan pentingnya profesionalisme jaksa.
* Staf Ahli Jaksa Agung: Sebelum berpindah ke eksekutif kementerian, ia menjabat sebagai Staf Ahli Jaksa Agung RI. Posisi ini menuntut pemikiran strategis dalam penyusunan kebijakan hukum nasional serta pengawasan internal di lingkungan korps Adhyaksa.
* Karakter Kepemimpinan: Rekan sejawat mengenalnya sebagai pemimpin yang tegas namun santun, dengan pendekatan hukum yang tidak hanya bersifat represif tetapi juga preventif dan edukatif.
2. Transisi Menjadi Irjen Kemendes PDT
Keputusan untuk menugaskan seorang praktisi hukum senior sekelas Dr. Masyhudi sebagai Inspektur Jenderal di Kemendes PDT merupakan langkah strategis pemerintah untuk memperkuat fungsi pengawasan.
Fokus Pengawasan: Di Kemendes PDT, perannya sangat krusial dalam mengawal penggunaan Dana Desa dan anggaran kementerian lainnya agar tepat sasaran, transparan, dan akuntabel.
Penerapan Legal Audit: Dr. Masyhudi membawa budaya "Audit Hukum" ke dalam kementerian. Ia tidak sekadar melakukan audit administratif, tetapi juga memastikan setiap langkah operasional kementerian selaras dengan koridor hukum yang berlaku untuk meminimalisir potensi pelanggaran (tindak pidana korupsi).
Transformasi Birokrasi: Di bawah pengawasannya, ia mendorong terciptanya sistem pengawasan internal yang lebih modern, berbasis data, dan mampu mendeteksi potensi masalah ( early warning system) sebelum menjadi permasalahan hukum yang serius.
3. Mengapa Disebut "Maestro Hukum"?
Sebutan "Maestro Hukum" yang melekat padanya bukan tanpa alasan.
Hal ini didasarkan pada dua pilar utama profilnya:
* Kompetensi Akademis: Beliau merupakan seorang doktor di bidang hukum. Hal ini membuatnya mampu menganalisis permasalahan birokrasi tidak hanya dari sisi teknis-administratif, tetapi juga dari perspektif filosofis dan dogmatis hukum.
* Kematangan Praktis: Kombinasi antara pendidikan tinggi dan pengalaman lapangan yang panjang di Kejaksaan memberikan ia insting yang tajam dalam membedah kasus, melakukan mitigasi risiko hukum, dan memberikan solusi yang taktis bagi instansi yang dipimpinnya.
Melalui transisi karier ini, Dr. Masyhudi berhasil membuktikan bahwa keahlian di bidang hukum (penegakan hukum) sangat relevan dan dibutuhkan untuk memperkuat tata kelola pemerintahan di sektor pembangunan daerah, menjadikannya salah satu profil birokrat yang dihormati karena integritas dan kapabilitasnya.
Red Bahrudin
Penulis : Syamsul Bahri
Sumber tim

Posting Komentar