Dana Desa Menyusut, Kepala Desa Munjul Sampaikan Surat Terbuka dan Permohonan Maaf kepada Warga
Pojok
Jurnal Banten –
Kepala Desa Munjul, Pandeglang – Banten, Iip Suramiharja,
menyampaikan surat terbuka kepada seluruh warga desa terkait kondisi anggaran
Dana Desa yang mengalami penurunan signifikan. Dalam surat tersebut, ia
mengungkapkan permohonan maaf atas keterbatasan pemerintah desa dalam
memberikan pelayanan seperti tahun-tahun sebelumnya.
Warga
Desa Munjul yang Kami Cintai,
Surat ini
kami tulis dengan hati yang berat. Bukan karena kami lelah mengabdi, dan bukan
pula karena kami berhenti peduli. Namun kami merasa perlu menyampaikan
kejujuran kepada seluruh warga desa yang kami cintai.
Ke depan,
kami tidak lagi dapat memberikan pelayanan seperti pada tahun-tahun sebelumnya.
Banyak hal
yang dahulu dapat kami lakukan, kini tidak lagi mampu kami wujudkan.
Kami tidak
dapat lagi membangun dan memperbaiki jalan-jalan desa yang rusak seperti yang
dulu kita kerjakan bersama. Kami juga belum mampu memperbaiki saluran irigasi
yang rusak, padahal kami memahami betul bahwa hal tersebut menyangkut sawah,
panen, dan penghidupan warga.
Kami tidak
lagi dapat menyediakan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) untuk posyandu seperti
sebelumnya, padahal program tersebut penting bagi tumbuh kembang anak-anak desa
kita.
Akses Wi-Fi
gratis yang dahulu menjadi jendela informasi serta sarana belajar bagi
anak-anak kita pun tidak lagi dapat kami sediakan.
Penyaluran
Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa juga tidak dapat kami laksanakan
sebanyak dan seluas tahun-tahun lalu.
Bahkan
ketika bencana datang, dengan berat hati kami harus jujur bahwa kami tidak
dapat berbuat banyak seperti yang pernah kami upayakan dahulu.
Masih banyak
kebutuhan warga lainnya yang terpaksa harus kami tunda, bukan karena kami tidak
mau, melainkan karena kami tidak mampu.
Semua ini
bukan karena kami berhenti peduli atau tidak lagi ingin berbuat baik.
Kenyataannya, Dana Desa yang kami terima saat ini hanya sekitar sepertiga dari
tahun sebelumnya.
Sepertiga
anggaran, namun harapan warga tetap utuh.
Di situlah
hati kami terasa sesak, karena keinginan untuk melayani jauh lebih besar
daripada kemampuan yang kami miliki saat ini.
Kami turut merasa
sedih ketika tidak bisa membantu lebih banyak. Kami pun merasa bersalah ketika
harus menjawab kebutuhan warga dengan kata yang paling berat: “belum bisa.”
Melalui
surat terbuka ini, tanpa pembelaan dan tanpa membungkus kenyataan dengan
kata-kata indah, kami menyampaikan permohonan maaf yang tulus.
Mohon maaf
atas keterbatasan ini.
Mohon maaf karena banyak harapan yang belum dapat kami penuhi.
Mohon maaf karena pelayanan kami tidak lagi seperti dulu.
Namun satu
hal yang ingin kami tegaskan, kepedulian dan rasa tanggung jawab kami tidak
pernah berkurang. Kecintaan kami terhadap Desa Munjul tetap utuh.
Dalam
kondisi yang serba terbatas ini, kami akan terus menjaga amanah rakyat dengan
jujur, terbuka, dan seadil-adilnya.
Kami juga
memohon agar keterbatasan anggaran ini tidak memutus kebersamaan kita. Ketika
dana berkurang, yang tidak boleh ikut berkurang adalah semangat gotong royong,
kepedulian, serta keyakinan bahwa desa ini harus dibangun bersama, bukan hanya
oleh pemerintah desa.
Terima kasih
atas pengertian, kesabaran, dan doa dari seluruh warga.
Semoga Allah
SWT senantiasa memberikan kita kekuatan hari ini dan jalan yang lebih baik di
hari esok.
Reporter:
Dede Sudianto

Posting Komentar