GRIB JAYA PAC Citangkil Nyatakan Sikap Tegas terhadap Aktivitas Pertambangan Penyebab Banjir
Citangkil –Pojok Jurnal com [ Gerakan Rakyat Indonesia Bersatu (GRIB JAYA) Pimpinan Anak Cabang (PAC) Kecamatan Citangkil menyatakan sikap tegas terhadap aktivitas pertambangan yang terbukti maupun berpotensi menyebabkan kerusakan lingkungan dan bencana banjir di berbagai wilayah.Sabtu (03/01/26
Ketua GRIB JAYA PAC Citangkil, Tri Giyanto, menegaskan bahwa praktik pertambangan yang mengabaikan kelestarian lingkungan telah menjadi salah satu faktor utama meningkatnya risiko banjir. Menurutnya, pembukaan lahan secara masif, penggundulan hutan, pengabaian Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL), serta tidak dilaksanakannya reklamasi pascatambang telah menghilangkan fungsi daerah resapan air dan merusak keseimbangan ekosistem.
“Banjir yang terjadi hari ini tidak bisa lagi disebut semata-mata bencana alam. Ini adalah bencana ekologis akibat kelalaian dan keserakahan manusia,” tegas Tri Giyanto dalam pernyataan sikapnya.
Ia menambahkan, dampak dari aktivitas pertambangan yang tidak bertanggung jawab tersebut dirasakan langsung oleh masyarakat, mulai dari kerugian ekonomi, terganggunya aktivitas sosial, hingga ancaman terhadap keselamatan jiwa. Menurut GRIB JAYA, keuntungan ekonomi dari sektor tambang tidak boleh dibayar dengan penderitaan rakyat dan kerusakan lingkungan jangka panjang.
Atas kondisi tersebut, GRIB JAYA PAC Citangkil menyampaikan sejumlah tuntutan kepada pemerintah dan pihak terkait, di antaranya:
Mendesak pemerintah untuk melakukan evaluasi dan peninjauan ulang terhadap seluruh izin usaha pertambangan yang bermasalah.
Menuntut penegakan hukum yang tegas dan adil terhadap perusahaan tambang yang melanggar aturan lingkungan.
Mendorong pelaksanaan reklamasi dan rehabilitasi lingkungan secara nyata, terukur, dan berkelanjutan.
Menuntut perlindungan hak-hak masyarakat terdampak serta pemulihan wilayah yang rusak akibat aktivitas pertambangan.
GRIB JAYA PAC Citangkil menegaskan komitmennya untuk terus mengawal isu lingkungan hidup, khususnya yang berkaitan dengan aktivitas pertambangan. Mereka percaya bahwa pembangunan yang adil adalah pembangunan yang berwawasan lingkungan dan berpihak pada keselamatan rakyat.
“Lingkungan rusak, rakyat yang tenggelam—ini bukan pembangunan, ini peringatan,” tutup Tri Giyanto.
GRIB JAYA JAYA JAYA
Kalau mau versi lebih pendek, siap kirim ke media online, atau ditambah tanggal dan lokasi kejadian banjir, tinggal bilang. Saya gas.
Red: Bahrudin
Sumber ,Tim

Posting Komentar