Satgas MBG Pandeglang Sebut Persoalan SPPG Cigondang Sudah Disampaikan ke BGN, Warga Ancam Gelar Demo
PANDEGLANG —PojokJurnal com. [Persoalan terkait keberadaan dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) pada Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Pandeglang Labuan Cigondang, di Kampung Lampe, Desa Cigondang, Kecamatan Labuan, Kabupaten Pandeglang, kembali menjadi sorotan warga.
Sejumlah warga mempertanyakan tindak lanjut atas berbagai persoalan yang sebelumnya telah mereka sampaikan. Mereka menilai belum terlihat adanya langkah konkret dari pihak terkait untuk merespons keluhan mengenai kondisi lingkungan dapur maupun kualitas sejumlah bahan makanan yang didistribusikan dalam program MBG.
Bahkan, warga mengaku tengah mempertimbangkan aksi demonstrasi apabila tidak ada tindak lanjut dalam waktu dekat.
Ujang Gembol (51), warga Desa Cigondang, mengatakan dirinya kecewa dengan respons pihak yang menurutnya memiliki kewenangan melakukan pengawasan terhadap SPPG tersebut.
“Sampai detik ini tidak ada tindakan tegas dari Korcam maupun Korwil SPPI soal kondisi lokasi dapur MBG di Cigondang. Kami mempertanyakan mengapa kondisi seperti ini bisa terus berjalan,” ujar Ujang, Selasa (1/9/2026).
Menurut Ujang, lokasi dapur disebut berada berdekatan dengan tempat jagal dan kandang ayam. Kondisi tersebut, kata dia, perlu mendapat perhatian karena berkaitan dengan kebersihan dan sanitasi tempat pengolahan makanan.
Ia juga mengaku melihat keberadaan lalat di sekitar lokasi dan meminta pihak berwenang melakukan pemeriksaan langsung terhadap kondisi lingkungan dapur.
“Kalau memang lokasinya berdempetan dengan tempat jagal dan kandang ayam, seharusnya dilakukan pemeriksaan lingkungan secara menyeluruh. Jangan hanya melihat bangunan dan fasilitas dapurnya, tetapi kondisi di sekeliling juga harus diperhatikan,” katanya.
Selain persoalan lokasi, Ujang juga menyoroti kualitas buah yang menurut pengakuannya pernah dibagikan sebagai bagian dari menu MBG.
Ia mengatakan pernah mendatangi pihak KSPPG dan ahli gizi setelah menemukan buah jeruk yang dinilai terlalu asam. Ia kemudian kembali mempersoalkan kondisi buah manggis yang menurutnya tidak beraturan.
“Ini bukan hanya terjadi sekali. Sebelumnya juga sering terjadi. Kami berharap kualitas bahan makanan benar-benar diperhatikan karena ini menyangkut makanan yang dikonsumsi masyarakat,” ujarnya.
Ujang juga mempertanyakan penggunaan bahan baku yang menurutnya belum sepenuhnya melibatkan masyarakat setempat.
Ia meminta pihak yang berwenang melakukan evaluasi menyeluruh terhadap SPPG Pandeglang Labuan Cigondang.
“Kalau memang ada persoalan dengan lokasi, minimal dihentikan sementara dan dipindahkan ke tempat yang lebih layak. Jangan sampai masyarakat yang bergerak sendiri karena persoalan ini menyangkut kebersihan dan pemenuhan gizi,” tegasnya.
Pertanyakan Proses Survei dan Persetujuan
Hal senada disampaikan Junaedi, warga Desa Cigondang yang juga merupakan pengurus bidang di Komite Nasional Pemanfaatan dan Pelestarian Lingkungan Hidup (Komnas PPLH) DPW Banten.
Junaedi mempertanyakan proses survei dan verifikasi lokasi sebelum dapur tersebut beroperasi.
Menurutnya, pemeriksaan semestinya mencakup kondisi bangunan, fasilitas, lingkungan sekitar, serta aspek sosial masyarakat.
“Seharusnya sebelum diberikan persetujuan, lokasi diperiksa secara menyeluruh. Depan, belakang dan samping harus dilihat. Jangan hanya luas bangunan dan fasilitas dapur, tetapi kondisi lingkungan juga harus diperhatikan,” kata Junaedi.
Ia menyatakan akan berkomunikasi dengan BGN apabila tidak terdapat tindakan terhadap persoalan yang disampaikan masyarakat.
“Kalau tidak segera ada tindak lanjut, kami akan menyampaikan persoalan ini langsung kepada BGN pusat. Kami ingin ada pemeriksaan dan evaluasi secara objektif,” ujarnya.
Junaedi juga menyebut adanya informasi mengenai dugaan aktivitas minuman beralkohol di lokasi tersebut. Namun, informasi itu masih berupa tudingan dan belum mendapatkan konfirmasi maupun pembuktian dari pihak terkait.
Satgas MBG: Sudah Disampaikan ke BGN
Sementara itu, Wakil Ketua Satgas MBG Kabupaten Pandeglang, Doni Hermawan, mengatakan persoalan mengenai SPPG Pandeglang Labuan Cigondang telah disampaikan kepada pihak yang menjadi perwakilan BGN di wilayah Kabupaten Pandeglang.
“Iya, sudah saya sampaikan ke BGN lewat Korwil. Karena kami hanya bisa menyampaikan permasalahan kepada Korwil sebagai perwakilan BGN di Pandeglang,” kata Doni.
Pernyataan tersebut menjadi bagian dari respons Satgas MBG terhadap keluhan yang disampaikan masyarakat.
Namun, hingga berita ini disusun, warga mengaku belum melihat adanya tindakan konkret di lapangan.
Upaya konfirmasi kepada Korwil KSPPG Pandeglang melalui pesan WhatsApp dan sambungan telepon belum mendapatkan tanggapan. Konfirmasi juga telah diarahkan kepada KSPPG Pandeglang Labuan Cigondang, namun belum diperoleh jawaban.
Warga berharap pihak BGN maupun instansi terkait dapat turun langsung ke lokasi untuk memastikan kondisi sebenarnya serta melakukan evaluasi terhadap aspek kebersihan, sanitasi, keamanan pangan dan kelayakan lingkungan dapur SPPG.
Masyarakat juga meminta agar persoalan tersebut tidak berhenti pada penyampaian laporan, tetapi ditindaklanjuti melalui pemeriksaan lapangan dan keputusan yang transparan.
Jika tidak ada tindak lanjut, warga menyatakan akan mempertimbangkan aksi demonstrasi sebagai bentuk penyampaian aspirasi.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari BGN maupun pengelola SPPG Pandeglang Labuan Cigondang mengenai hasil pemeriksaan atau langkah yang akan dilakukan. Redaksi membuka ruang hak jawab dan klarifikasi bagi seluruh pihak yang disebut dalam pemberitaan ini.
Usup

Posting Komentar