*Warga Desak MTsN 4 Blitar Bertindak, Keluhan Kebersihan Tak Kunjung Ditangani*
BLITAR, PojokJurnal.com — [Keluhan warga terkait kebersihan lingkungan di sekitar MTsN 4 Blitar kembali menjadi sorotan. Warga yang tinggal berdampingan dengan sisi luar lingkungan madrasah mendesak pihak sekolah segera mengambil langkah nyata, setelah persoalan tersebut disebut telah beberapa kali disampaikan namun belum mendapatkan penanganan sebagaimana yang diharapkan.
MTsN 4 Blitar merupakan madrasah negeri di wilayah Sukosewu, Kecamatan Gandusari, Kabupaten Blitar, di bawah naungan Kementerian Agama.
Berdasarkan dokumentasi warga yang diterima PojokJurnal.com, sejumlah titik di sisi luar lingkungan madrasah tampak dipenuhi daun kering, sampah plastik, rumput liar, serta material yang berserakan. Kondisi tersebut berada di area yang berbatasan langsung dengan lingkungan warga.
*Sudah Dilaporkan, Warga Pertanyakan Tindak Lanjut*
Warga mengungkapkan bahwa persoalan kebersihan tersebut bukan keluhan yang baru disampaikan. Salah satu laporan disebut telah disampaikan kepada pihak MTsN 4 Blitar pada 7 Agustus 2026.
Namun, hingga berita ini diterbitkan, warga mengaku belum melihat tindakan nyata yang dinilai memadai untuk mengatasi kondisi tersebut.
Warga bahkan sebelumnya berinisiatif melakukan pembersihan secara swadaya di sisi utara dinding luar madrasah.
Persoalannya, upaya tersebut tidak mudah dipertahankan. Banyaknya daun kering yang berasal dari pepohonan besar di lingkungan madrasah terus menambah volume sampah di sekitar area tersebut.
*Warga akhirnya kewalahan.*
“Kalau warga terus yang membersihkan, tentu tidak mungkin. Ini lingkungan yang berdampingan langsung dengan sekolah. Kami berharap pihak sekolah juga punya kepedulian,” demikian substansi keluhan warga yang disampaikan kepada PojokJurnal.com.
*Bukan Sekadar Soal Sampah*
Warga menilai persoalan tersebut tidak seharusnya dipandang sebatas masalah sampah atau daun kering.
Bagi masyarakat yang rumahnya berdampingan dengan lingkungan madrasah, kebersihan area tersebut berkaitan langsung dengan kenyamanan lingkungan tempat tinggal.
Karena itu, warga meminta pihak madrasah tidak menunggu sampai kondisi semakin parah atau muncul persoalan lingkungan lainnya.
Pembersihan secara rutin, pengelolaan daun dari pepohonan, serta penanganan sampah di area luar pagar sekolah dinilai sebagai langkah sederhana yang semestinya dapat dilakukan secara berkala.
*Ironi Lembaga Pendidikan Berbasis Nilai Keagamaan*
Sorotan warga semakin kuat karena MTsN 4 Blitar merupakan lembaga pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada pembelajaran akademik, tetapi juga pembentukan karakter dan akhlak peserta didik.
Di laman resminya, MTsN 4 Blitar sendiri menampilkan pesan mengenai pentingnya siswa menjadi generasi yang berilmu dan berakhlak.
Karena itu, warga menilai kebersihan lingkungan seharusnya menjadi bagian dari keteladanan yang ditunjukkan secara nyata.
*Mengajarkan kebersihan tanpa menjaga lingkungan tentu menjadi sebuah ironi.*
Pendidikan karakter tidak cukup hanya disampaikan melalui materi pelajaran. Kepedulian terhadap lingkungan, tanggung jawab sosial dan penghormatan terhadap masyarakat sekitar juga semestinya hadir dalam praktik sehari-hari.
*Warga Minta Kepastian, Bukan Harapan Yang Diabaikan*
Warga kini meminta pihak MTsN 4 Blitar memberikan perhatian serius terhadap persoalan tersebut.
Mereka berharap sekolah:
segera membersihkan area yang dikeluhkan;
melakukan pembersihan secara rutin;
mengelola daun kering dari pepohonan di lingkungan madrasah;
memastikan area sisi luar sekolah tidak menjadi tempat penumpukan sampah;
serta membangun komunikasi yang lebih baik dengan warga sekitar.
Warga juga berharap persoalan ini tidak berhenti pada saling menunggu.
Jika masyarakat sudah menyampaikan keluhan, maka respons berupa tindakan nyata jauh lebih penting daripada sekadar menerima laporan.
PojokJurnal.com Buka Ruang Klarifikasi
Pemberitaan ini merupakan bentuk kontrol sosial dan kritik konstruktif, bukan upaya untuk menghakimi atau menjatuhkan lembaga pendidikan.
PojokJurnal.com memahami bahwa pihak sekolah dapat memiliki penjelasan maupun pertimbangan tersendiri mengenai kondisi tersebut. Karena itu, hak jawab dan klarifikasi tetap terbuka bagi pihak MTsN 4 Blitar maupun pihak terkait lainnya.
Apalagi, persoalan kebersihan sebenarnya dapat diselesaikan melalui komunikasi dan tindakan bersama.
Yang menjadi pertanyaan warga saat ini sederhana:
Setelah keluhan disampaikan sejak 7 Agustus 2026, kapan tindakan nyata akan dilakukan?
Warga tidak meminta sesuatu yang berlebihan. Mereka hanya menginginkan lingkungan yang bersih, sehat, tertata, dan nyaman bagi masyarakat yang hidup berdampingan dengan madrasah. **
*PojokJurnal.com — Mengawal Fakta, Menyuarakan Kepentingan Publik.*
Red

Posting Komentar