Asep Mujahidin Terpilih Aklamasi, PWI Pandeglang Masuki Babak Baru Periode 2026–2029
PANDEGLANG, PojokJurnal.com — [Konferensi Kabupaten (Konferkab) Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Pandeglang Tahun 2026 berlangsung dalam suasana tertib, penuh kebersamaan, dan mengedepankan semangat musyawarah.
Dalam forum organisasi tersebut, Asep Mujahidin dipercaya sebagai Ketua PWI Kabupaten Pandeglang periode 2026–2029 setelah terpilih secara aklamasi.
Keputusan itu lahir setelah salah satu kandidat, Ari Supriadi, menyatakan mengundurkan diri dari pencalonan sekaligus memberikan dukungan kepada Asep Mujahidin. Dengan demikian, proses pemilihan berlangsung secara aklamasi melalui sidang pleno yang diikuti 20 anggota PWI Kabupaten Pandeglang yang memiliki hak pilih.
Ketua Pelaksana Konferkab PWI Pandeglang 2026, Sutiana alias Openk, menyampaikan bahwa seluruh tahapan konferensi telah dilaksanakan sesuai mekanisme yang telah ditetapkan.
“Alhamdulillah, hari ini kami dari panitia Konferensi PWI Kabupaten Pandeglang tahun 2026 telah menyelesaikan berbagai tahapan, mulai dari pembukaan pendaftaran calon hingga penetapan calon,” ujar Sutiana usai konferensi.
Ia menjelaskan, sejak awal terdapat dua kandidat yang mendaftarkan diri sebagai calon Ketua PWI Pandeglang, yakni Ari Supriadi dan Asep Mujahidin. Namun, dalam dinamika konferensi, Ari Supriadi memilih mengundurkan diri dan memberikan dukungan kepada Asep.
“Awalnya ada dua calon. Kemudian salah satu calon mengundurkan diri dan menyetujui calon lainnya untuk menjadi ketua. Sehingga hasil sidang pleno yang diikuti seluruh anggota PWI yang memiliki hak pilih sebanyak 20 orang menetapkan ketua secara aklamasi,” jelasnya.
Aklamasi dan Harapan Kepemimpinan Baru
Terpilihnya Asep Mujahidin secara aklamasi menjadi penanda berakhirnya proses regenerasi kepemimpinan PWI Kabupaten Pandeglang sekaligus membuka lembaran baru bagi organisasi kewartawanan tersebut.
Asep kini mengemban amanah untuk memimpin PWI Kabupaten Pandeglang hingga 2029. Kepemimpinan baru tersebut diharapkan dapat memperkuat soliditas internal organisasi, meningkatkan profesionalisme wartawan, serta memperkuat kontribusi pers dalam menyampaikan informasi yang berkualitas kepada masyarakat.
Usai penetapan ketua, konferensi kemudian dilanjutkan dengan pembentukan tim formatur. Tim tersebut akan bertugas menyusun komposisi kepengurusan PWI Kabupaten Pandeglang untuk periode 2026–2029.
“Setelah terpilih secara aklamasi, dibentuk tim formatur. Saya juga masuk di dalamnya. Tim formatur nantinya membentuk kepengurusan baru,” ungkap Sutiana.
Setelah susunan kepengurusan terbentuk, struktur tersebut akan diproses untuk mendapatkan Surat Keputusan (SK) sesuai mekanisme organisasi, sebelum kemudian memasuki tahapan pelantikan.
Tidak hanya menyusun struktur organisasi, kepengurusan baru nantinya juga akan dihadapkan pada penyusunan berbagai program kerja strategis untuk memperkuat eksistensi PWI Pandeglang sebagai organisasi profesi wartawan.
Menjaga Marwah dan Profesionalisme Pers
Sutiana memastikan seluruh rangkaian Konferkab PWI Pandeglang 2026 berlangsung aman dan lancar. Menurutnya, keberhasilan konferensi merupakan hasil dari kebersamaan serta dukungan berbagai pihak.
“Alhamdulillah, seluruh rangkaian acara berjalan aman dan lancar sehingga melahirkan pemimpin baru di tubuh PWI Kabupaten Pandeglang,” katanya.
Ia menegaskan bahwa keberhasilan tersebut bukan hanya hasil kerja panitia dan anggota PWI, tetapi juga tidak terlepas dari dukungan berbagai pihak yang turut memberikan doa dan dorongan bagi kelancaran kegiatan.
“Ini bukan semata-mata berkat seluruh anggota PWI, tetapi juga berkat campur tangan dan dukungan seluruh pihak yang ikut mendorong, memberikan doa, serta menyukseskan acara ini,” sambungnya.
Apresiasi juga disampaikan kepada Bupati Pandeglang Raden Dewi Setiani yang dinilai telah memberikan dukungan terhadap pelaksanaan Konferkab PWI Pandeglang 2026, mulai dari tahap persiapan hingga konferensi berlangsung.
Dengan terpilihnya Asep Mujahidin, PWI Kabupaten Pandeglang kini memasuki fase kepemimpinan baru. Amanah tersebut sekaligus menjadi tantangan untuk terus menjaga marwah organisasi, memperkuat profesionalisme insan pers, serta menghadirkan karya jurnalistik yang independen, berimbang, faktual, dan berpihak pada kepentingan publik.
Konferkab 2026 pun tidak sekadar menjadi agenda pergantian kepemimpinan, tetapi menjadi momentum untuk mempererat persaudaraan antarwartawan dan meneguhkan kembali peran pers sebagai salah satu pilar penting kehidupan demokrasi di Kabupaten Pandeglang.
Usup

Posting Komentar