-->
Telusuri
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Redaksi
  • Syarat dan Ketentuan
  • Pedoman Media Siber
PojokJurnal.Com
  • Beranda
  • Nasional
  • Daerah
  • Kabar Polisi
  • Kabar TNI
  • Hukrim
  • Peristiwa
  • Pedidikan
  • Opini
  • Sosok
  • Teknologi
  • Industri
  • Info dan Tips
  • Wisata
  • Kuliner
  • Olahraga
  • Politik
  • Ekonomi

PT. Via Multi Media

PT. Via Multi Media
www.pojokjurnal.com
Beranda Pemidanaan di Bawah Minimum Khusus terhadap Tindak Pidana Narkotika* Pemidanaan di Bawah Minimum Khusus terhadap Tindak Pidana Narkotika*

Pemidanaan di Bawah Minimum Khusus terhadap Tindak Pidana Narkotika*

Bahrudin Thea
Bahrudin Thea
01 Feb, 2026 0 0
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp


Jakarta - Pojok Jurnal com  [Minggu, 01 Feb 2026.  Mahkamah Agung Republik Indonesia mengeluarkan Surat Edaran Mahkamah Agung Nomor 4 Tahun 2010, sebagai pengganti atas SEMA Nomor 7 Tahun 2009, yang mengatur tentang penempatan penyalahgunaan korban penyalahgunaan dan pecandu narkotika ke dalam lembaga rehabilitasi medis dan rehablitas sosial.


SEMA itu bertujuan untuk memperjelas penafsiran siapa itu penyalah guna dan sekaligus menegaskan jika seseorang memiliki, menyimpan, menguasai atau menyediakan lebih dari jumlah yang ditentukan dalam SEMA Nomor 4 Tahun 2010 tidak dapat secara serta merta dikatakan sebagai penyalah guna narkotika. SEMA Nomor 4 Tahun 2010 juga bertujuan agar para hakim mempunyai batasan jelas dalam hal seseorang dikatakan telah memiliki, menyimpan,menguasai atau menyediakan narkotika dikategorikan sebagai penyalah guna narkotika dan juga menjelaskan bagaimana seseorang dapat dikatakan sebagai pengedar.


Selanjutnya dalam SEMA Nomor 3 Tahun 2015 tentang Pemberlakuan Rumusan Hasil Rapat Pleno Kamar Mahkamah Agung Tahun 2015 Sebagai Pedoman Pelaksanaan Tugas Bagi Pengadilan pada bagian rumusan hukum kamar pidana bagian narkotika antara lain mengatur bahwa Hakim memeriksa dan memutus perkara hars didasarkan pada surat dakwaan.


Dalam hal Penuntut Umum mengajukan dakwaan Pasal 111 atau Pasal 112 Undang-Undang Narkotika, namun berdasarkan fakta hukum yang terungkap di persidangan terbukti Pasal 127 Undang-undang Narkotika yang mana pasal ini tidak didakwakan, sementara Terdakwa terbukti sebagai pemakai dan jumlahnya relatif sebagaimana diatur dalam SEMA Nomor 4 Tahun 2010 maka Hakim dapat memutus sesuai surat dakwaan tetapi dapat menyimpangi ketentuan pidana minimum khusus dengan membat pertimbangan hukum yang cukup.


Salah satu putusan yang menerapkan ketentuan itu adalah Putusan 51/Pid.Sus/2015/PN Smg tanggal 1 April 2015 dengan kasus posisi sebagai berikut:


Bermula dari laporan masyarakat telah terjadi tindak pidana penyalahgunaan narkotika di tempat tinggal Terdakwa kemudian polisi melakukan penggeledahan, dan ternyata di kamar kos Terdakwa ditemukan barang bukti berupa 3 (tiga) kantong plastik klip ukuran kecil berisi serbuk kristal warna putih diduga narkotika jenis sabu, 2 (dua) pipet kaca di dalam 1 (satu) buah kotak jam merek Edifice Casio dan 1 (satu) alat hisap bong yang terbuat dari botol Aqua bekas yang semuanya diletakkan di dalam 1 (satu) laci meja TV.


Hasil Pemeriksaan Laboratorium tanggal 23 Desember 2014 menerangkan benar barang bukti yang ditemukan pada saat penangkapan Terdakwa mengandung Metamfetamina yang disebut sabu-sabu dan terdaftar dalam Narkotika Golongan I Nomor Urut 61 lampiran Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2025 tentang Narkotika.


Penuntut Umum mengajukan Terdakwa ke persidangan dengan dakwaan tunggal yaitu Pasal 112 ayat (1) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika yang mana pasal tersebut ancaman pidananya minimal 4 (empat) tahun penjara.


Dalam persidangan di dapat fakta bahwa Terdakwa terbukti atas dakwaan tersebut yaitu memiliki barang bukti seberat ± 0,185 gram, alat hisap sabu, 2 (dua) buah pipet kaca,1 (satu) buah alat hisap, namun Majelis Hakim mempertmbangkan walaupun Terdakwa memiliki narkotika golongan I tetapi Terdakwa adalah sebagai penyalah guna narkotika.


Bahwa oleh karena Terdakwa diajukan ke persidangan dengan dakwaan tunggal Pasal 112 ayat (1) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, dan dakwaan tersebut bagi Hakim adalah sebagai dasar pemeriksaan perkara, dasar pembuktian perkara, namun Majelis Hakim berpendapat sabu-sabu tersebut dimaksudkan untuk dikonsumsi sendiri, maka demi keadilan kepada Terdakwa dijatuhi hukuman pidana yang menyimpang dari ancaman minimum khusus penjatuhan pidana sebagaimana diatur dalam Pasal 112 ayat (1) dan dalam perkara ini Majelis Hakim menjatuhkan hukuman kepada Terdakwa dengan mengacu pada ketentuan Pasal 127 ayat (1)  huruf a Undang-undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.


Pengadilan Negeri Semarang dalam amar Putusan Nomor 51/Pid.Sus/2015/PN Smg tanggal 1 April 2015 pada pokoknya:


1.Menyatakan Terdakwa Risca Dyah Ayu Pratiwi binti Agus Prayitno tidak terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana sebagaimana dakwaan Penuntut Umum;


2.Menyatakan Terdakwa Risca Dyah Ayu Pratiwi binti Agus Prayitno terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana “Penyalah Guna Narkotika golonga I bagi diri sendiri”;


3.Menjatuhkan pidana terhadap Risca Dyah Ayu Pratiwi binti Agus Prayitno, oleh karena itu, dengan pidana penjara selama 2 (dua) tahun.

Di tingkat banding Pengadilan Tinggi Semarang mengurangi pidana yang dijatuhkan menjadi 1 (satu) tahun penjara sebagaimana Putusan Nomor 86/Pid.Sus/2015/PT.SMG tanggal 26 Mei 2015.


Di tingkat kasasi Mahkamah Aguung melalui Putusan Nomor 2198/K/Pid.Sus/2015 tanggal 27 November 2015 memperbaiki putusan Judex Facti dengan menjatuhkan pidana kepada Terdakwa oleh karena itu dengan pidana penjara selama 1 (satu) tahun  dan 6 (enam) bulan.


Penjatuhan pidana yang menyimpangi ketentuan ancaman minimum ini didasarkan pada pertimbangan bahwa perbuatan Terdakwa yang hanya sebagai pengguna dan sabu-sabu tersebut untuk dikonsumsi sendiri, tidak dijual atau diedarkan sehingga adil kiranya Terdakwa dijatuhi pidana dengan mengacu pada ancaman pidana dalam Pasal 127 ayat (1) huruf a  Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 meskipun tidak didakwakan dan tidak mengacu ancaman pidana dalam Pasal 112 ayat (1) yang menganut ancaman pidana minimum.

Red Bahrudin 

Sumber Humas MA Jakarta. Referensi :


-        Putusan Nomor 51/Pid.Sus/2015/PN Smg;


-        Putusan Nomor 86/Pid.Sus/2015/PT SMG;


-        Putusan Nomor 2198 K/Pid.Sus/2015;


-        Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika;


-

Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Postingan Lama
Postingan Lebih Baru

Anda mungkin menyukai postingan ini

Posting Komentar

ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

UCAPAN DARI YUKIE PAS BAND

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Advertiser

Advertiser
CAVIAR HERBAL

Advertiser

Advertiser
Marhaban Yaa Ramadhan "DPRD Provinsi Banten Mengucapkan Selamat Menunaikan Ibadah Puasa"

Stay Conneted

twitter Follow
instagram Follow
pinterest Follow

Featured Post

MA dan LPS Gelar Rapat Konsultasi Terkait Raperma Penyelesaian Sengketa Bank dalam Likuidasi*

Bahrudin Thea- Selasa, April 14, 2026 0
MA dan LPS Gelar Rapat Konsultasi Terkait Raperma Penyelesaian Sengketa Bank dalam Likuidasi*
Jakarta - PojokJurnal com .   [Selasa,14 April 2026. Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa konsultasi dengan LPS menjadi langkah penting untuk menyelaraskan subst…

Berita Terpopuler

Dugaan Korupsi Infrastruktur Mengemuka, APB Laporkan DPUPR Cilegon ke Kejari : Kerugian Negara Capai Rp 3,4 Miliar

Dugaan Korupsi Infrastruktur Mengemuka, APB Laporkan DPUPR Cilegon ke Kejari : Kerugian Negara Capai Rp 3,4 Miliar

Kamis, April 09, 2026
Presiden Tekankan Kerja Nyata, Kementerian Ekraf Siap Jadi Motor Ketahanan Ekonomi Nasional*

Presiden Tekankan Kerja Nyata, Kementerian Ekraf Siap Jadi Motor Ketahanan Ekonomi Nasional*

Kamis, April 09, 2026
Danrem 064/MY Tinjau Rehab Panti Asuhan di Serang, Kehadiran TNI AD Terasa di Tengah Masyarakat

Danrem 064/MY Tinjau Rehab Panti Asuhan di Serang, Kehadiran TNI AD Terasa di Tengah Masyarakat

Jumat, April 10, 2026
*Kaji Perubahan Pola Mutasi & Promosi Kepaniteraan, BSDK MA Gelar FGD*

*Kaji Perubahan Pola Mutasi & Promosi Kepaniteraan, BSDK MA Gelar FGD*

Kamis, April 09, 2026
 *Sejauh Mana Etika Mempengaruhi Putusan Hakim?*

*Sejauh Mana Etika Mempengaruhi Putusan Hakim?*

Kamis, April 09, 2026
Hadiri Halalbihalal MAPPI, Wamen Ossy Ingatkan Pentingnya Nilai Integritas dalam Profesi Penilai*

Hadiri Halalbihalal MAPPI, Wamen Ossy Ingatkan Pentingnya Nilai Integritas dalam Profesi Penilai*

Kamis, April 09, 2026
Dugaan Korupsi Proyek Jalan di Lebak Dilaporkan ke Kejari, Potensi Kerugian Negara Miliaran Rupiah

Dugaan Korupsi Proyek Jalan di Lebak Dilaporkan ke Kejari, Potensi Kerugian Negara Miliaran Rupiah

Kamis, April 09, 2026
Telah Sasar Desa, Mendes Yandri Setuju soal Pelarangan Vape

Telah Sasar Desa, Mendes Yandri Setuju soal Pelarangan Vape

Kamis, April 09, 2026
Mendagri Tito dan Jajaran Lengkap Ikuti Rapat Kerja Pemerintah*

Mendagri Tito dan Jajaran Lengkap Ikuti Rapat Kerja Pemerintah*

Kamis, April 09, 2026
Sinergi APH: PN Bitung Gandeng Polri, Kejaksaan, dan Lapas dalam Kampanye Anti Gratifikasi*

Sinergi APH: PN Bitung Gandeng Polri, Kejaksaan, dan Lapas dalam Kampanye Anti Gratifikasi*

Sabtu, Januari 31, 2026

Berita Terpopuler

Dugaan Korupsi Infrastruktur Mengemuka, APB Laporkan DPUPR Cilegon ke Kejari : Kerugian Negara Capai Rp 3,4 Miliar

Dugaan Korupsi Infrastruktur Mengemuka, APB Laporkan DPUPR Cilegon ke Kejari : Kerugian Negara Capai Rp 3,4 Miliar

Kamis, April 09, 2026
Presiden Tekankan Kerja Nyata, Kementerian Ekraf Siap Jadi Motor Ketahanan Ekonomi Nasional*

Presiden Tekankan Kerja Nyata, Kementerian Ekraf Siap Jadi Motor Ketahanan Ekonomi Nasional*

Kamis, April 09, 2026
Danrem 064/MY Tinjau Rehab Panti Asuhan di Serang, Kehadiran TNI AD Terasa di Tengah Masyarakat

Danrem 064/MY Tinjau Rehab Panti Asuhan di Serang, Kehadiran TNI AD Terasa di Tengah Masyarakat

Jumat, April 10, 2026
*Kaji Perubahan Pola Mutasi & Promosi Kepaniteraan, BSDK MA Gelar FGD*

*Kaji Perubahan Pola Mutasi & Promosi Kepaniteraan, BSDK MA Gelar FGD*

Kamis, April 09, 2026
 *Sejauh Mana Etika Mempengaruhi Putusan Hakim?*

*Sejauh Mana Etika Mempengaruhi Putusan Hakim?*

Kamis, April 09, 2026
Hadiri Halalbihalal MAPPI, Wamen Ossy Ingatkan Pentingnya Nilai Integritas dalam Profesi Penilai*

Hadiri Halalbihalal MAPPI, Wamen Ossy Ingatkan Pentingnya Nilai Integritas dalam Profesi Penilai*

Kamis, April 09, 2026
Dugaan Korupsi Proyek Jalan di Lebak Dilaporkan ke Kejari, Potensi Kerugian Negara Miliaran Rupiah

Dugaan Korupsi Proyek Jalan di Lebak Dilaporkan ke Kejari, Potensi Kerugian Negara Miliaran Rupiah

Kamis, April 09, 2026
Telah Sasar Desa, Mendes Yandri Setuju soal Pelarangan Vape

Telah Sasar Desa, Mendes Yandri Setuju soal Pelarangan Vape

Kamis, April 09, 2026
Mendagri Tito dan Jajaran Lengkap Ikuti Rapat Kerja Pemerintah*

Mendagri Tito dan Jajaran Lengkap Ikuti Rapat Kerja Pemerintah*

Kamis, April 09, 2026
Sinergi APH: PN Bitung Gandeng Polri, Kejaksaan, dan Lapas dalam Kampanye Anti Gratifikasi*

Sinergi APH: PN Bitung Gandeng Polri, Kejaksaan, dan Lapas dalam Kampanye Anti Gratifikasi*

Sabtu, Januari 31, 2026
PojokJurnal.Com

About Us

PojokJurnal.Com merupakan portal berita terkini di Indonesia, menyajikan beragam informasi dari berbagai sektor kehidupan yang disajikan secara sederhana dan mudah dipahami untuk membukan wawasan secara luas.

Contact us: pojokjurnal59@gmail.com

Follow Us

Copyright © 2023 | PojokJurnal.Com
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Syarat dan Ketentuan