*Terdakwa Menangis Haru, Tiga Srikandi Hakim PN Sekayu Jatuhkan Pidana Pengawasan*
Sekayu, Sumatera Selatan – Pojok Jurnal com [Rabu, 21 Jan 2026 Tiga srikandi Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Sekayu menjatuhkan putusan pidana pengawasan terhadap Terdakwa Misra Diana binti Awani dalam perkara penadahan kendaraan bermotor Nomor 511/Pid.B/2025/PN Sky. Putusan tersebut dibacakan dalam sidang terbuka untuk umum pada Kamis (15/1) oleh Shelly Yulianti selaku Hakim Ketua, dengan didampingi Rizky Hanun Fauzziyah dan Lailatus Sofa Nihaayah sebagai Hakim Anggota.
Perkara ini bermula ketika Zainudin, yang saat ini berstatus Daftar Pencarian Orang (DPO), mendatangi rumah Terdakwa dengan membawa satu unit sepeda motor Honda Beat warna hitam. Zainudin bermaksud meminjam uang dengan alasan untuk biaya pengobatan istrinya. Permintaan tersebut sempat ditolak oleh Terdakwa karena Zainudin masih memiliki utang lama yang belum dilunasi. Namun, Zainudin kemudian menawarkan sepeda motor tersebut sebagai jaminan, hingga akhirnya Terdakwa bersedia meminjamkan uang sebesar Rp2,2 juta. Setelah menerima uang tersebut, Zainudin meninggalkan rumah Terdakwa.
Tiga hari kemudian, saat Terdakwa tidak berada di rumah, Zainudin kembali datang dan meminta tambahan uang sebesar Rp600 ribu yang kemudian diberikan oleh kakak perempuan Terdakwa. Belakangan diketahui bahwa sepeda motor tersebut merupakan milik korban yang sebelumnya dicuri oleh Terdakwa lain yang saat ini diproses dalam berkas perkara terpisah. Kendaraan tersebut kemudian diserahkan kepada Zainudin untuk dijual.
Dalam persidangan, Majelis Hakim mengupayakan pemulihan hubungan antara Terdakwa dan korban melalui pendekatan keadilan restoratif. Upaya tersebut membuahkan hasil dengan tercapainya perdamaian, di mana korban memaafkan perbuatan Terdakwa, terdapat kesepakatan penggantian kerugian, serta pengembalian sepeda motor milik korban.
Pulihnya hubungan sosial antara Terdakwa dan korban menjadi salah satu pertimbangan utama Majelis Hakim dalam menjatuhkan putusan. Selain itu, Majelis Hakim menilai Terdakwa tidak memiliki niat secara langsung untuk melakukan tindak pidana penadahan, karena Terdakwa meyakini bahwa sepeda motor tersebut merupakan milik Zainudin selaku pihak yang menyerahkan kendaraan. Tindakan Terdakwa semata-mata didorong oleh niat untuk membantu Zainudin yang mengaku membutuhkan uang mendesak karena istrinya mengalami pendarahan pascamelahirkan dan harus segera menjalani pengobatan, serta adanya janji bahwa sepeda motor tersebut akan ditebus kembali.
“Menjatuhkan pidana kepada Terdakwa Misra Diana Binti Awani oleh karena itu dengan pidana penjara selama 4 (empat) bulan; Memerintahkan pidana penjara tersebut tidak perlu dijalani dengan syarat tidak melakukan tindak pidana lagi selama menjalankan pidana pengawasan dalam waktu 6 (enam) bulan,” tegas Hakim Ketua saat membacakan amar putusan.
Mendengar putusan tersebut, Terdakwa tak kuasa menahan air mata dan menangis tersedu-sedu di hadapan Majelis Hakim. Tangisan tersebut mencerminkan rasa syukur sekaligus penyesalan atas perbuatan yang telah dilakukan.
Putusan ini mencerminkan komitmen Pengadilan Negeri Sekayu dalam menegakkan hukum secara adil, humanis, dan berimbang, dengan tetap mengedepankan prinsip keadilan restoratif guna memulihkan keadaan bagi seluruh pihak yang terlibat.
Red: Bahrudin
Sumber Humas MA Jakarta

Posting Komentar