Polda Banten Gandeng Dunia Usaha Salurkan Peserta Program Poliran
SERANG – PojokJurnal com. [Polda Banten memperkuat sinergi dengan dunia usaha dalam upaya mengurangi angka pengangguran sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) melalui Program Poliran (Polisi Peduli Pengangguran).
Komitmen tersebut ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Polda Banten dan PT Gyokai Indonesia Kompeten terkait penyaluran peserta Program Poliran ke dunia kerja maupun pengembangan usaha mandiri.
Kegiatan berlangsung di PT LPK Gyokai Indonesia Kompeten, Jalan Pesona Wibawa Praja, Jeungjing, Kecamatan Cisoka, Kabupaten Tangerang, Rabu (23/9/2026).
Penandatanganan kerja sama tersebut dihadiri Kapolda Banten Irjen Pol Hengki, Sekretaris Daerah Provinsi Banten Deden Apriandi, CEO PT Gyokai Indonesia Tbk Teguh Imam Pamudi, jajaran Pejabat Utama (PJU) Polda Banten, Forkopimda Kabupaten Tangerang, serta pimpinan dan perwakilan sejumlah perusahaan.
Kapolda Banten Irjen Pol Hengki mengatakan, persoalan pengangguran tidak hanya berkaitan dengan aspek ekonomi, tetapi juga memiliki keterkaitan dengan persoalan sosial dan keamanan serta ketertiban masyarakat (kamtibmas).
“Pengangguran masih menjadi tantangan yang harus kita hadapi bersama. Masih banyak anak-anak muda yang memiliki semangat dan potensi, namun belum memperoleh keterampilan maupun akses yang memadai menuju dunia kerja,” ujar Hengki.
Menurutnya, kondisi tersebut menjadi salah satu alasan Polda Banten menghadirkan Program Poliran sebagai bentuk kepedulian Polri terhadap persoalan sosial yang dihadapi masyarakat.
Hengki menjelaskan, menjaga kamtibmas tidak semata-mata dilakukan ketika gangguan keamanan telah terjadi. Upaya pencegahan juga dapat dilakukan dengan menyentuh berbagai persoalan sosial yang berpotensi menjadi sumber kerawanan.
“Melalui Poliran kami ingin membuka jalan bagi anak-anak muda Banten agar memiliki keterampilan, karakter serta kesempatan untuk memasuki dunia kerja maupun membangun usaha secara mandiri,” katanya.
Hingga saat ini, kata Hengki, Program Poliran yang dikoordinasikan Direktorat Pembinaan Masyarakat (Ditbinmas) Polda Banten telah melaksanakan enam gelombang pelatihan dan pembinaan dengan total 567 peserta.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 175 peserta telah disalurkan untuk bekerja di sejumlah perusahaan maupun mengembangkan usaha secara mandiri.
Program Poliran sendiri dilaksanakan melalui tiga tahapan utama, yakni merekrut, melatih dan menyalurkan.
Tahap perekrutan dilakukan melalui Bhabinkamtibmas yang tersebar di enam Polres jajaran Polda Banten. Mekanisme tersebut ditujukan untuk menjangkau masyarakat, khususnya generasi muda yang belum bekerja tetapi memiliki kemauan dan semangat untuk meningkatkan kemampuan.
Setelah direkrut, peserta mendapatkan pelatihan sesuai dengan kebutuhan dan potensi yang dimiliki. Sejumlah keterampilan yang diberikan antara lain pengelasan, bercocok tanam, beternak hingga pengelolaan bank sampah.
“Kita ingin mempersiapkan bukan sekadar sumber daya manusia yang bisa bekerja, tetapi mereka yang siap bekerja, berkarakter, disiplin dan berakhlak,” ungkapnya.
Hengki menegaskan, tahap penyaluran menjadi bagian penting dalam keberlanjutan Program Poliran. Peserta yang telah mendapatkan pelatihan diharapkan tidak kembali menghadapi kesulitan ketika memasuki dunia kerja.
Karena itu, Polda Banten terus membangun kolaborasi dengan dunia usaha dan dunia industri agar keterampilan yang diperoleh peserta dapat diikuti dengan akses terhadap lapangan pekerjaan maupun peluang kewirausahaan.
“Alhamdulillah, pada hari ini kita memiliki Gyokai Indonesia Kompeten sebagai mitra strategis yang akan menjadi jembatan dalam menyalurkan alumni Poliran kepada industri dan perusahaan dalam jejaring kerja samanya maupun menuju kewirausahaan,” jelasnya.
Kapolda Banten juga menyampaikan apresiasi kepada PT Gyokai Indonesia Kompeten serta perusahaan lain yang telah menunjukkan kepedulian dan komitmen dalam mendukung Program Poliran.
Ia berharap semakin banyak perusahaan yang terlibat sehingga akses kesempatan kerja bagi generasi muda di Provinsi Banten dapat semakin luas.
“Saya berharap penandatanganan kerja sama ini tidak terhenti pada dokumen yang kita tanda tangani. Yang terpenting adalah apa yang kita lakukan setelahnya. Berapa banyak anak muda yang dapat kita siapkan, berapa banyak kesempatan kerja yang dapat kita buka, dan berapa banyak keluarga yang kehidupannya dapat kita bantu menjadi lebih baik,” tegasnya.
Melalui kerja sama tersebut, Polda Banten berharap kolaborasi antara kepolisian dan dunia usaha dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya dalam memperluas akses kerja dan meningkatkan keterampilan generasi muda.
Program tersebut juga diharapkan dapat mendorong lahirnya SDM Banten yang produktif, berkarakter dan memiliki daya saing sesuai kebutuhan dunia kerja.
“Semoga kerja sama ini memberikan manfaat nyata dalam mengurangi tingkat pengangguran, sekaligus melahirkan sumber daya manusia Banten yang unggul, produktif, berkarakter dan berdaya saing,” pungkasnya.
Usup

Posting Komentar