-->
Telusuri
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Redaksi
  • Syarat dan Ketentuan
  • Pedoman Media Siber
PojokJurnal.Com
  • Beranda
  • Nasional
  • Daerah
  • Kabar Polisi
  • Kabar TNI
  • Hukrim
  • Peristiwa
  • Pedidikan
  • Opini
  • Sosok
  • Teknologi
  • Industri
  • Info dan Tips
  • Wisata
  • Kuliner
  • Olahraga
  • Politik
  • Ekonomi

PT. Via Multi Media

PT. Via Multi Media
www.pojokjurnal.com
Beranda Bungkam Seribu Bahasa Menjawab Surat Klarifikasi, Aliansi Peduli Banten Akan Lapor Dugaan Penyalahgunaan Anggaran Rp 4,5 Miliar ke Polda Bungkam Seribu Bahasa Menjawab Surat Klarifikasi, Aliansi Peduli Banten Akan Lapor Dugaan Penyalahgunaan Anggaran Rp 4,5 Miliar ke Polda

Bungkam Seribu Bahasa Menjawab Surat Klarifikasi, Aliansi Peduli Banten Akan Lapor Dugaan Penyalahgunaan Anggaran Rp 4,5 Miliar ke Polda

Pojok Jurnal
Pojok Jurnal
29 Mei, 2026 0 0
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp


BANTEN – pojokjurnal@gmail.com|Sikap bungkam dan ketiadaan tanggapan sedikit pun dari pihak Balai Kekarantinaan Kesehatan (BKK) Kelas I Banten terhadap surat permintaan klarifikasi serta permohonan kelengkapan data yang dikirimkan sejak satu minggu lalu, menjadi alasan utama Sekretariat Bersama Aliansi Peduli Banten (APB) berencana menyampaikan laporan resmi pengaduan ke Kepolisian Daerah (Polda) Banten.

 

Langkah tegas ini diambil setelah upaya komunikasi administratif dan permintaan penjelasan yang dilakukan APB demi kepentingan transparansi pengelolaan keuangan negara, justru dijawab dengan kebisuan total. Kini, APB menegaskan akan segera melaporkan dugaan penyalahgunaan wewenang dan pelanggaran tata cara pengadaan tersebut, serta mendesak aparat kepolisian mengambil sikap tegas dan membentuk tim pemeriksaan khusus untuk menguak fakta di balik pengelolaan anggaran Tahun Anggaran 2026 yang nilainya mencapai lebih dari Rp 4,5 miliar.

 

Dalam keterangan persnya, Ketua Umum APB, Iwan Setiawan, didampingi Sekretaris Jenderal, M. Bahrudin, MS, menjelaskan bahwa pihaknya telah mengirimkan surat resmi bernomor E 1171/SK-SB/APB/V/2026 pada pekan lalu. Surat tersebut berisi permintaan klarifikasi mendalam, penjelasan dasar hukum, serta permohonan dokumen pendukung lengkap terkait Rencana Umum Pengadaan (RUP) Tahun 2026. Langkah ini dilakukan sebagai wujud itikad baik agar segala sesuatu dapat dijelaskan dan diluruskan secara internal dan administratif.

 

Namun, hingga batas waktu yang ditentukan habis, respon yang diterima adalah kebisuan seribu bahasa. Tidak ada satu pun penjelasan, dokumen, atau tanggapan yang disampaikan oleh pihak manajemen Balai Kekarantinaan Kesehatan Kelas I Banten. Pihak instansi tersebut seolah menutup mata dan telinga atas permintaan pertanggungjawaban publik.

 

“Kami sudah berusaha menempuh jalur komunikasi yang baik dan sopan sejak minggu lalu. Kami kirim surat resmi, kami paparkan data temuan, kami minta penjelasan hukum dan dokumen pendukungnya. Namun apa balasannya? Bungkam seribu bahasa. Mereka diam saja seolah permintaan itu tidak ada. Sikap diam dan tidak mau memberikan penjelasan inilah yang justru semakin memperkuat dugaan kami bahwa ada hal yang ditutupi, ada ketidakwajaran yang disembunyikan, dan tata cara pengelolaan anggaran memang tidak sepenuhnya dilaksanakan sesuai koridor hukum yang berlaku,” tegas Iwan Setiawan.

 

Dasar permintaan klarifikasi dan sorotan utama APB berangkat dari hasil penelaahan mendalam terhadap dokumen RUP tahun 2026 yang memuat 113 paket kegiatan dengan total pagu anggaran mencapai ± Rp 4,55 miliar. Dari analisis tersebut, terungkap pola penganggaran yang dinilai menyimpang dari prinsip transparansi, efisiensi, dan akuntabilitas, serta diduga kuat merupakan bentuk penyalahgunaan wewenang dan jabatan oleh pihak Kuasa Pengguna Anggaran.

 

Salah satu temuan paling mencolok yang tertuang dalam surat kami adalah adanya pola pemecahan atau fragmentasi paket pengadaan. Kegiatan sejenis seperti pemeliharaan gedung, pengadaan ATK, konsumsi rapat, hingga pemeliharaan sarana prasarana, dipecah menjadi puluhan paket bernilai kecil dan terpisah-pisah. Akibat strategi ini, hampir 90 persen lebih pengadaan dilakukan melalui metode Pengadaan Langsung. Padahal, jika nilai agregat dari paket-paket serupa tersebut digabungkan, nilainya sangat signifikan dan seharusnya masuk dalam mekanisme pemilihan penyedia yang lebih kompetitif atau pelelangan terbuka sesuai Peraturan Presiden Nomor 16 Tahun 2018 jo. Perpres Nomor 12 Tahun 2021.

 

“Pemecahan paket ini diduga sengaja dilakukan agar nilai pagu tetap berada di ambang batas pengadaan langsung, sehingga menghindari persaingan harga yang sehat dan minim pengawasan. Ini jelas bertentangan dengan prinsip pengelolaan keuangan negara. Dan ketika kami tanya dan minta penjelasan dasar hukumnya, mereka diam saja. Kebisuan mereka adalah bukti awal ketidakberesan itu ada,” jelas M. Bahrudin, MS.

 

Poin lain yang menjadi sorotan tajam dan tertuang dalam surat permohonan data kami adalah ketimpangan struktur anggaran yang sangat mencolok dan patut diduga sebagai bentuk penyalahgunaan alokasi dana. Data analisis APB mencatat fakta-fakta mengkhawatirkan:

 

Pos anggaran penginapan perjalanan dinas di wilayah Banten saja mencapai Rp 697,5 juta. Nilai ini hampir menyamai total belanja pemeliharaan aset dan jauh melampaui anggaran untuk survei penyakit maupun pemeriksaan sampel air yang merupakan tugas pokok karantina.

Gaji tenaga alih daya (outsourcing) menyedot anggaran sebesar Rp 990 juta.

Secara agregat, sekitar 47 persen anggaran habis hanya untuk kebutuhan internal (SDM, operasional kantor, dan mobilitas).

Sementara itu, porsi anggaran yang dialokasikan langsung untuk program kesehatan publik – seperti survei vektor penyakit, pemeriksaan air bersih, dan layanan sanitasi – hanya berkisar 17 hingga 18 persen dari total anggaran.

 

“Fakta ini sangat ironis. Instansi ini berdiri dan didanai negara untuk menjaga kesehatan masyarakat dan keamanan karantina. Namun, anggarannya lebih banyak dipakai untuk ‘menjalankan roda kantor’ dan biaya perjalanan, sementara program utamanya justru terabaikan. Ketika kami minta data rinci dan pertanggungjawabannya, mereka bungkam. Ini semakin meyakinkan kami bahwa ada indikasi kuat penyalahgunaan wewenang dan jabatan,” tambah Iwan Setiawan.

 

Selain itu, APB juga menemukan indikasi duplikasi penganggaran pada pos pemeliharaan gedung dan halaman yang muncul berulang kali, serta penumpukan jadwal pengadaan seluruhnya di bulan Januari hingga Februari, yang dinilai berisiko tinggi terhadap praktik pengadaan yang asal cepat dan minim pengawasan

 

Melihat tidak adanya itikad baik dari pihak Balai Kekarantinaan Kesehatan untuk memberikan penjelasan, Aliansi Peduli Banten kini menyiapkan langkah hukum. Dalam waktu dekat, APB akan secara resmi menyampaikan laporan pengaduan ke Kepolisian Daerah Banten.

 

Melalui laporan tersebut, APB akan mendesak Polda Banten mengambil sikap tegas, membentuk tim pemeriksaan khusus, dan menelusuri lebih dalam aspek pidana korupsi yang mungkin terjadi. APB meminta penyidik nanti memeriksa keabsahan dokumen, kewajaran harga, kebutuhan riil, serta memanggil pihak-pihak yang bertanggung jawab atas perencanaan anggaran tersebut untuk dimintai keterangan secara hukum.

 

“Karena jalur komunikasi dan permintaan data kami sejak minggu lalu dijawab dengan kebisuan, maka jalan satu-satunya untuk mengungkap kebenaran dan mempertanggungjawabkan uang rakyat adalah melalui proses hukum. Kami berharap aparat penegak hukum bertindak tegas, adil, dan transparan. Jika ditemukan bukti pelanggaran, proses hukum harus berjalan tanpa pandang bulu, karena uang negara adalah amanah rakyat yang harus dijaga sebaik-baiknya,” pungkas rilis resmi APB.

 

Hingga berita ini diturunkan, Balai Kekarantinaan Kesehatan Kelas I Banten tetap belum memberikan tanggapan apa pun terkait surat permintaan klarifikasi yang dikirimkan APB satu minggu lalu.

 

Redaksi*

Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Postingan Lama
Postingan Lebih Baru

Anda mungkin menyukai postingan ini

Posting Komentar

ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

UCAPAN DARI YUKIE PAS BAND

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Advertiser

Advertiser
CAVIAR HERBAL

Stay Conneted

twitter Follow
instagram Follow
pinterest Follow

Featured Post

Bupati Pandeglang Dorong Pengelola Wisata Perbanyak Event untuk Tingkatkan Kunjungan Wisatawan

Bahrudin Thea- Minggu, Juli 26, 2026 0
Bupati Pandeglang Dorong Pengelola Wisata Perbanyak Event untuk Tingkatkan Kunjungan Wisatawan
PANDEGLANG – PojokJurnal com .  [Bupati Pandeglang, Raden Dewi Setiani, mendorong seluruh pengelola destinasi wisata di Kabupaten Pandeglang untuk memperbany…

Berita Terpopuler

Hilangnya Akun dan Konten Dugaan Ujaran Kebencian: Diduga Upaya Hilangkan Bukti, H. Junaedi Minta APH Terapkan Pasal Berlapis

Hilangnya Akun dan Konten Dugaan Ujaran Kebencian: Diduga Upaya Hilangkan Bukti, H. Junaedi Minta APH Terapkan Pasal Berlapis

Kamis, Juli 23, 2026
 P-4 Tolak Kenaikan Tunjangan DPRD Pandeglang, Desak Audit Dana Pokir yang Diduga Tidak Transparan

P-4 Tolak Kenaikan Tunjangan DPRD Pandeglang, Desak Audit Dana Pokir yang Diduga Tidak Transparan

Jumat, Juli 24, 2026
Polres Pandeglang Hadir untuk Masyarakat, Salurkan Bantuan Air Bersih bagi Warga Kampung Cisampih

Polres Pandeglang Hadir untuk Masyarakat, Salurkan Bantuan Air Bersih bagi Warga Kampung Cisampih

Kamis, Juli 23, 2026
Diduga Revitalisasi PAUD Pelita Hati Senilai Rp188,6 Juta Jadi Sorotan, Aktivis Minta APH Audit Menyeluruh

Diduga Revitalisasi PAUD Pelita Hati Senilai Rp188,6 Juta Jadi Sorotan, Aktivis Minta APH Audit Menyeluruh

Jumat, Juli 24, 2026
Sidang Replik Dugaan Kasus Pengeroyokan di PN Pandeglang, Kuasa Hukum Terdakwa Minta Klien Dibebaskan

Sidang Replik Dugaan Kasus Pengeroyokan di PN Pandeglang, Kuasa Hukum Terdakwa Minta Klien Dibebaskan

Rabu, Juli 22, 2026
Kapolsek Cikeusik Berikan Motivasi kepada Calon Paskibra Jelang HUT ke-81 Kemerdekaan RI

Kapolsek Cikeusik Berikan Motivasi kepada Calon Paskibra Jelang HUT ke-81 Kemerdekaan RI

Selasa, Juli 21, 2026
Menlu RI Bertemu Duta Besar Negara Teluk dan Yordania Bahas Perkembangan Situasi Timur Tengah*

Menlu RI Bertemu Duta Besar Negara Teluk dan Yordania Bahas Perkembangan Situasi Timur Tengah*

Rabu, Maret 11, 2026
Relawan Pencegahan Maksiat Banten Gelar Deklarasi Anti-LGBT, Desak Pembentukan Perda Hingga Pengesahan Fatwa MUI

Relawan Pencegahan Maksiat Banten Gelar Deklarasi Anti-LGBT, Desak Pembentukan Perda Hingga Pengesahan Fatwa MUI

Senin, Juli 20, 2026
P3B Soroti Temuan BPK pada Empat Proyek Jalan DPUPR Lebak Senilai Rp21,4 Miliar, Desak Audit Investigatif

P3B Soroti Temuan BPK pada Empat Proyek Jalan DPUPR Lebak Senilai Rp21,4 Miliar, Desak Audit Investigatif

Kamis, Juli 23, 2026
Abah Abuya Muhtadi Cidahu Hadiri Deklarasi Penolakan LGBT di DPRD Pandeglang

Abah Abuya Muhtadi Cidahu Hadiri Deklarasi Penolakan LGBT di DPRD Pandeglang

Rabu, Juli 22, 2026

Berita Terpopuler

Hilangnya Akun dan Konten Dugaan Ujaran Kebencian: Diduga Upaya Hilangkan Bukti, H. Junaedi Minta APH Terapkan Pasal Berlapis

Hilangnya Akun dan Konten Dugaan Ujaran Kebencian: Diduga Upaya Hilangkan Bukti, H. Junaedi Minta APH Terapkan Pasal Berlapis

Kamis, Juli 23, 2026
 P-4 Tolak Kenaikan Tunjangan DPRD Pandeglang, Desak Audit Dana Pokir yang Diduga Tidak Transparan

P-4 Tolak Kenaikan Tunjangan DPRD Pandeglang, Desak Audit Dana Pokir yang Diduga Tidak Transparan

Jumat, Juli 24, 2026
Polres Pandeglang Hadir untuk Masyarakat, Salurkan Bantuan Air Bersih bagi Warga Kampung Cisampih

Polres Pandeglang Hadir untuk Masyarakat, Salurkan Bantuan Air Bersih bagi Warga Kampung Cisampih

Kamis, Juli 23, 2026
Diduga Revitalisasi PAUD Pelita Hati Senilai Rp188,6 Juta Jadi Sorotan, Aktivis Minta APH Audit Menyeluruh

Diduga Revitalisasi PAUD Pelita Hati Senilai Rp188,6 Juta Jadi Sorotan, Aktivis Minta APH Audit Menyeluruh

Jumat, Juli 24, 2026
Sidang Replik Dugaan Kasus Pengeroyokan di PN Pandeglang, Kuasa Hukum Terdakwa Minta Klien Dibebaskan

Sidang Replik Dugaan Kasus Pengeroyokan di PN Pandeglang, Kuasa Hukum Terdakwa Minta Klien Dibebaskan

Rabu, Juli 22, 2026
Kapolsek Cikeusik Berikan Motivasi kepada Calon Paskibra Jelang HUT ke-81 Kemerdekaan RI

Kapolsek Cikeusik Berikan Motivasi kepada Calon Paskibra Jelang HUT ke-81 Kemerdekaan RI

Selasa, Juli 21, 2026
Menlu RI Bertemu Duta Besar Negara Teluk dan Yordania Bahas Perkembangan Situasi Timur Tengah*

Menlu RI Bertemu Duta Besar Negara Teluk dan Yordania Bahas Perkembangan Situasi Timur Tengah*

Rabu, Maret 11, 2026
Relawan Pencegahan Maksiat Banten Gelar Deklarasi Anti-LGBT, Desak Pembentukan Perda Hingga Pengesahan Fatwa MUI

Relawan Pencegahan Maksiat Banten Gelar Deklarasi Anti-LGBT, Desak Pembentukan Perda Hingga Pengesahan Fatwa MUI

Senin, Juli 20, 2026
P3B Soroti Temuan BPK pada Empat Proyek Jalan DPUPR Lebak Senilai Rp21,4 Miliar, Desak Audit Investigatif

P3B Soroti Temuan BPK pada Empat Proyek Jalan DPUPR Lebak Senilai Rp21,4 Miliar, Desak Audit Investigatif

Kamis, Juli 23, 2026
Abah Abuya Muhtadi Cidahu Hadiri Deklarasi Penolakan LGBT di DPRD Pandeglang

Abah Abuya Muhtadi Cidahu Hadiri Deklarasi Penolakan LGBT di DPRD Pandeglang

Rabu, Juli 22, 2026
PojokJurnal.Com

PT. Via Multimedia

Perusahaan yang bergerak di bidang digitalisasi, News, Jurnalistik, Penyiaran, Event Organizer, branding, dengan komitmen menghadirkan solusi kreatif dan inovatif untuk mendukung transformasi digital di berbagai sektor. Membangun identitas digital yang kuat, modern, dan relevan dengan perkembangan teknologi masa kini. "(LEGAL PT. VIA MULTIMEDIA: NOMOR AHU-0049900.AH.01.01.TAHUN 2025 Akta Nomor 01 Tanggal 19 Juni 2025 yang dibuat oleh ROBIA AL ADAWIYAH S.H., M.KN. PERIZINAN BERUSAHA BERBASIS RISIKO NOMOR INDUK BERUSAHA: 2409250096209)".

Follow Us

Copyright © 2023 | PojokJurnal.Com/PT.ViaMultimedia
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Syarat dan Ketentuan