Prajurit Kodim 0601/Pandeglang dan Warga Lembur Bangun Jembatan Garuda di Cikeusik
PANDEGLANG, Pojokjurnal.com, [22 Agustus 2026 — Semangat gotong royong antara prajurit TNI dan masyarakat kembali terlihat dalam percepatan pembangunan Jembatan Garuda yang menghubungkan Desa Rancaseneng dengan Desa Sukaseneng, Kecamatan Cikeusik, Kabupaten Pandeglang, Banten.
Berlokasi di Kampung Karangjongkeng, Desa Rancaseneng, prajurit Kodim 0601/Pandeglang bersama warga melaksanakan pengecoran badan jembatan sekaligus pengerjaan akses jalan. Pekerjaan bahkan dilakukan hingga lembur sebagai bentuk kepedulian terhadap kebutuhan masyarakat yang selama ini mengandalkan jalur tersebut untuk berbagai aktivitas.
Jembatan Garuda dinilai memiliki peran strategis bagi warga karena menjadi akses penghubung antarwilayah. Jalur tersebut digunakan untuk aktivitas ekonomi, mengangkut hasil pertanian, kegiatan sosial, hingga mobilitas anak-anak sekolah.
Sebelum pembangunan dilakukan, kondisi akses tersebut kerap menjadi kendala, terutama ketika hujan deras dan terjadi banjir. Kondisi itu tidak hanya menghambat aktivitas warga, tetapi juga menyulitkan para pelajar yang melintasi jalur tersebut menuju sekolah.
Danramil 0116/Cikeusik Kodim 0601/Pandeglang, Kapten Inf Purgiarto, turun langsung bersama masyarakat dalam proses pengecoran jembatan dan jalan. Kehadirannya di lapangan menjadi bagian dari upaya memastikan pekerjaan berjalan dengan baik sekaligus memperkuat sinergi TNI dan masyarakat.
Kapten Inf Purgiarto mengatakan percepatan pekerjaan dilakukan karena keberadaan Jembatan Garuda sangat dibutuhkan masyarakat. Namun, menurutnya, percepatan pembangunan tidak boleh mengesampingkan kualitas pekerjaan.
“Kita melakukan pekerjaan ini bukan tanpa alasan. Jembatan ini memang sangat dibutuhkan oleh masyarakat karena menjadi akses penting yang menghubungkan Desa Rancaseneng dan Desa Sukaseneng. Karena itu, kita berupaya mempercepat pengerjaannya agar segera bisa dimanfaatkan masyarakat,” ujar Kapten Inf Purgiarto.
Ia menegaskan, meskipun pekerjaan dilakukan untuk mengejar penyelesaian, faktor kualitas tetap menjadi perhatian utama. Proses pengecoran maupun pengerjaan jalan harus memperhatikan tahapan dan kondisi teknis di lapangan agar hasil pembangunan dapat memberikan manfaat dalam jangka panjang.
“Kita tidak hanya mengejar cepat selesai, tetapi juga harus memperhatikan kualitas. Jangan sampai karena ingin cepat selesai kemudian mengabaikan hasil pekerjaan. Harapannya, jembatan ini nantinya kuat, aman dan bisa dimanfaatkan secara maksimal oleh masyarakat,” katanya.
Kapten Inf Purgiarto juga mengapresiasi antusiasme masyarakat yang ikut turun langsung membantu pengerjaan. Menurutnya, keterlibatan warga menunjukkan bahwa pembangunan Jembatan Garuda merupakan kebutuhan bersama.
“Alhamdulillah, masyarakat sangat antusias dan bersama-sama membantu pekerjaan. Inilah semangat gotong royong yang harus kita jaga. TNI tidak bisa bekerja sendiri, begitu juga masyarakat. Dengan kebersamaan, pekerjaan yang berat dapat kita selesaikan dengan lebih cepat,” tuturnya.
Menurutnya, tersedianya akses jembatan yang lebih baik diharapkan dapat memberikan dampak positif terhadap kehidupan masyarakat di kedua desa. Selain memperlancar mobilitas, jembatan tersebut diharapkan dapat mendukung kegiatan ekonomi dan pendidikan.
“Yang paling penting adalah manfaatnya nanti dirasakan langsung oleh masyarakat. Anak-anak sekolah bisa lebih mudah dan aman melintas, masyarakat bisa menjalankan aktivitas ekonomi dengan lebih lancar, dan ketika musim hujan akses tidak lagi menjadi hambatan seperti sebelumnya,” ujar Kapten Inf Purgiarto.
Pembangunan Jembatan Garuda tersebut sekaligus menjadi gambaran nyata pentingnya kolaborasi antara aparat dan masyarakat dalam mempercepat penyediaan infrastruktur yang dibutuhkan warga.
Reporter: Adi SY

Posting Komentar