Pelindo Regional 2 Banten Luncurkan Program Konservasi Terumbu Karang di Pulau Merak Besar
CILEGON – PojokJurnal com. [PT Pelindo Regional 2 Banten kembali menunjukkan komitmennya terhadap pelestarian lingkungan melalui peluncuran Program Konservasi Terumbu Karang di Pulau Merak Besar, Kecamatan Pulomerak, Kota Cilegon, Jumat (17/7/2026).
Program yang merupakan bagian dari Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) perusahaan ini merupakan kelanjutan dari keberhasilan transplantasi terumbu karang di Pulau Badul, Kabupaten Pandeglang, pada tahun 2024.
Kegiatan peluncuran dihadiri oleh perwakilan Danlanal Banten, Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas I Banten, PT Indah Kiat Pulp and Paper (Merak Mas Port), Camat Pulomerak, unsur Muspika, lurah, serta pengurus RT/RW setempat.
Manager Keuangan dan SDM PT Pelindo Regional 2 Banten, Donny Heryawan Setyaputra, mewakili General Manager Pelindo Regional 2 Banten, menyampaikan bahwa program konservasi terumbu karang merupakan bentuk nyata kepedulian perusahaan terhadap kelestarian ekosistem laut dan pemberdayaan lingkungan pesisir.
"Program transplantasi terumbu karang ini merupakan salah satu implementasi TJSL Pelindo yang kami laksanakan bersama LAZ Harfa Banten dan Forum Pelestari Terumbu Karang (FPTK) Banten. Pada tahun 2024 kami berhasil melakukan transplantasi sebanyak 350 rak atau sekitar 3.500 bibit karang di Pulau Badul. Tahun ini, kami kembali melaksanakan transplantasi sebanyak 225 rak atau sekitar 2.250 bibit karang di Pulau Merak Besar," ujar Donny.
Ia berharap program tersebut dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi kelestarian ekosistem laut sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga terumbu karang sebagai habitat berbagai biota laut.
Direktur LAZ Harfa, Abdul Rofur, mengapresiasi komitmen PT Pelindo Regional 2 Banten yang secara konsisten mendukung pelestarian lingkungan melalui aksi nyata konservasi terumbu karang.
"Semoga kegiatan transplantasi terumbu karang di Pulau Merak Besar berjalan lancar dan memberikan manfaat besar bagi lingkungan serta masyarakat pesisir," katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Banten yang diwakili Bidang Pengelolaan Sumber Daya Laut, Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil, Risnawati, menyampaikan apresiasi atas sinergi antara dunia usaha, pemerintah, dan organisasi masyarakat dalam menjaga kelestarian sumber daya laut.
"Pelestarian terumbu karang merupakan tanggung jawab bersama. Kolaborasi seperti ini menjadi contoh positif dalam menjaga ekosistem pesisir dan laut secara berkelanjutan," ujarnya.
Ketua Forum Pelestari Terumbu Karang (FPTK) Banten, Nurwarta Wiguna, menambahkan bahwa pelestarian terumbu karang membutuhkan dukungan dari seluruh elemen masyarakat karena keberadaannya memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem laut.
Selain kegiatan transplantasi, FPTK Banten juga terus menjalankan program edukasi Coral Reefs Goes to School (CRgtS) atau Terumbu Karang Masuk ke Sekolah untuk menanamkan kepedulian terhadap lingkungan laut kepada generasi muda sejak usia dini.
Melalui kolaborasi berbagai pihak, Program Konservasi Terumbu Karang di Pulau Merak Besar diharapkan menjadi langkah nyata dalam mendukung pelestarian ekosistem laut sekaligus memperkuat komitmen bersama mewujudkan lingkungan pesisir yang lestari dan berkelanjutan.
Usup

Posting Komentar