Hadapi Potensi Erupsi Gunung Anak Krakatau, Pemkab Pandeglang Gelar Apel Siaga Gabungan
PANDEGLANG —PojokJurnal com [Pemerintah Kabupaten Pandeglang bersama TNI, Polri, BPBD, Basarnas, Balawista, tenaga kesehatan, serta sejumlah instansi terkait menggelar Apel Siaga Gabungan dalam rangka perbantuan bencana erupsi Gunung Anak Krakatau, Senin (7/9/2026).
Kegiatan yang diikuti sekitar 300 peserta tersebut menjadi langkah konkret dalam memperkuat kesiapsiagaan dan sinergitas lintas sektor menghadapi potensi dampak aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau.
Apel dipimpin langsung oleh Bupati Pandeglang Hj. Rd. Dewi Setiani, S.Sos., M.A., sedangkan Komandan Apel dipercayakan kepada Komandan Inf Dedi Bonar Sirait, Danramil 0101/Pandeglang.
Kegiatan tersebut sekaligus menjadi momentum untuk memastikan kesiapan personel, sarana dan prasarana, sistem komunikasi, serta koordinasi antarinstansi apabila sewaktu-waktu terjadi perkembangan situasi yang membutuhkan penanganan darurat.
Bupati Pandeglang Hj. Rd. Dewi Setiani mengatakan, apel siaga merupakan bentuk kesiapan bersama dalam mengantisipasi perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau.
“Apel ini merupakan bentuk kesiapan bersama sekaligus memastikan seluruh unsur yang terlibat memiliki kesiapan personel, sarana, komunikasi dan koordinasi apabila sewaktu-waktu diperlukan dalam penanganan kondisi darurat,” ujar Dewi Setiani.
Atas nama Pemerintah Kabupaten Pandeglang dan masyarakat, Bupati juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh unsur yang telah memberikan dukungan dalam meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Pandeglang dan seluruh masyarakat, saya menyampaikan penghargaan dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Kodam III/Siliwangi, Korem 064/Maulana Yusuf, Kodim 0601/Pandeglang, Polres Pandeglang, serta seluruh unsur TNI, Polri, pemerintah daerah dan instansi terkait yang telah memberikan perhatian, dukungan dan kesiapsiagaan nyata dalam menghadapi perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau,” katanya.
Menurutnya, kesiapan lintas sektor tersebut menunjukkan bahwa pemerintah daerah bersama TNI, Polri dan seluruh unsur terkait telah mempersiapkan langkah-langkah yang diperlukan apabila terjadi perkembangan situasi kedaruratan.
Dewi juga mengingatkan seluruh pihak agar menyikapi perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau secara serius, terukur, namun tetap tenang, dengan menjadikan informasi resmi dari instansi berwenang sebagai rujukan utama.
Berdasarkan informasi yang disampaikan melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Badan Geologi dan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Gunung Anak Krakatau berada pada Status Level III atau Siaga.
Sesuai rekomendasi PVMBG, masyarakat, pengunjung, wisatawan maupun pendaki diminta tidak mendekati Gunung Anak Krakatau dan tidak melakukan aktivitas dalam radius 3 kilometer dari kawah aktif.
Bupati menegaskan bahwa kewaspadaan perlu ditingkatkan tanpa menimbulkan kepanikan di tengah masyarakat.
“Yang perlu kita jaga adalah dua hal secara bersamaan, yaitu kewaspadaan yang tinggi dan ketenangan masyarakat,” tegasnya.
Menurut Dewi, kewaspadaan tersebut menjadi penting karena Kabupaten Pandeglang memiliki kawasan pesisir yang luas dan berhadapan langsung dengan wilayah Selat Sunda.
Di sepanjang kawasan pesisir terdapat permukiman masyarakat, aktivitas nelayan dan perikanan, transportasi laut, kawasan wisata, pelaku usaha, serta berbagai aktivitas ekonomi masyarakat.
Karena itu, setiap perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau harus menjadi perhatian bersama, khususnya bagi masyarakat yang berada di wilayah pesisir.
Dewi menambahkan, pengalaman berbagai peristiwa bencana yang pernah terjadi di kawasan Selat Sunda harus menjadi pembelajaran penting bagi semua pihak.
“Kesiapsiagaan harus dibangun sejak dini dan tidak baru dilakukan setelah bencana terjadi,” tegasnya.
Melalui apel siaga gabungan tersebut, Pemerintah Kabupaten Pandeglang berharap koordinasi dan kesiapan seluruh unsur penanggulangan bencana semakin solid, sehingga apabila terjadi peningkatan aktivitas vulkanik maupun kondisi darurat, respons penanganan dapat dilakukan secara cepat, terkoordinasi dan terukur.

Posting Komentar