Desa Weru Jadi Pilot Project Smart Village, Unma Banten dan Diskomsantik Pandeglang Dorong Digitalisasi Pelayanan Desa
PANDEGLANG – PojokJurnal com. [Desa Weru, Kecamatan Sukaresmi, Kabupaten Pandeglang, resmi didorong menjadi pilot project smart village melalui kolaborasi Universitas Mathla’ul Anwar (Unma) Banten dengan Dinas Komunikasi, Informatika, Sandi dan Statistik (Diskomsantik) Kabupaten Pandeglang.
Program digitalisasi pelayanan pemerintahan desa tersebut diinisiasi Kelompok 19 Kuliah Kerja Nyata (KKN) Unma Banten Tahun 2026 yang melaksanakan kegiatan pengabdian di Desa Weru.
Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Kelompok 19 KKN Unma Banten, Nana Sutisna, mengatakan konsep smart village yang diterapkan tidak hanya sebatas pembangunan website desa, tetapi mencakup digitalisasi pelayanan administrasi pemerintahan desa secara lebih luas.
Menurutnya, sistem tersebut diarahkan agar dapat terkoneksi dengan sejumlah layanan pemerintahan digital, di antaranya Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE), Sistem Informasi Kearsipan Dinamis Terintegrasi (SRIKANDI), layanan digital terpadu Pemerintah Kabupaten Pandeglang, yakni Didinklik, serta Sistem Informasi Desa dan Kawasan (SIDEKA), yang merupakan aplikasi produk Kementerian Komunikasi dan Digital.
“Hari ini, kami bersama Bidang Aptika Diskomsantik Pandeglang melakukan bimbingan teknis terhadap operator dan admin, baik dari Pemerintah Desa Weru maupun Kecamatan Sukaresmi,” ujar Nana.
Tak berhenti pada digitalisasi administrasi, Kelompok 19 KKN Unma juga memberikan pelatihan jurnalistik dan pembuatan konten kepada admin desa, content creator, Kelompok Informasi Masyarakat (KIM), kelompok pemuda, serta perangkat Desa Weru.
Pelatihan tersebut ditujukan agar berbagai informasi mengenai pemerintahan, kegiatan masyarakat, potensi hingga promosi Desa Weru dapat disampaikan secara masif melalui website resmi desa.
Nana menegaskan, keberadaan media informasi resmi desa juga diharapkan menjadi salah satu instrumen untuk menangkal penyebaran hoaks, misinformasi, disinformasi, maupun malinformasi di tengah masyarakat.
“Kami berharap, setelah Bimtek dan pelatihan jurnalistik ini, website bisa berjalan dan semua konten yang tersaji merupakan informasi resmi dan terverifikasi,” tegasnya.
Kades Weru: Pelayanan Masyarakat Akan Semakin Mudah
Kepala Desa Weru, Herman Fatoni, menyambut baik penunjukan desanya sebagai pilot project digitalisasi pelayanan administrasi pemerintahan desa.
Ia mengaku bersyukur sekaligus bangga karena Desa Weru mendapat kesempatan menjadi salah satu desa yang mulai menerapkan konsep pelayanan berbasis digital.
Menurut Herman, program tersebut bukan hanya memberikan manfaat bagi pemerintah desa, tetapi juga masyarakat yang membutuhkan pelayanan administrasi.
“Saya berterima kasih kepada Kelompok 19 KKN Unma, Camat Sukaresmi dan Diskomsantik Pandeglang yang telah mendukung perkembangan Desa Weru,” kata Herman.
Ia berharap program tersebut dapat berjalan secara berkelanjutan dan benar-benar memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kualitas pelayanan publik di tingkat desa.
Diskomsantik Pastikan Program Gratis pada Tahun Pertama
Sementara itu, Kepala Bidang Aplikasi Informatika (Aptika) Diskomsantik Kabupaten Pandeglang, Doni Maulana, saat membuka kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Digitalisasi Pelayanan Administrasi Pemerintahan Desa dan Sosialisasi Desa Digital Tahun Anggaran 2026, menjelaskan bahwa program tersebut merupakan hasil kolaborasi sejumlah pihak.
Di antaranya Kelompok 19 KKN Unma Banten sebagai inisiator, Pemerintah Desa Weru, Kecamatan Sukaresmi, serta Diskomsantik Kabupaten Pandeglang.
Doni menegaskan, berbagai fasilitas yang diberikan dalam program tersebut tidak dipungut biaya pada tahun pertama.
“Semua program ini gratis, termasuk subdomain website untuk satu tahun. Namun untuk tahun depan, Pemerintah Desa Weru harus membayar subdomain, itupun hanya sebesar Rp55.000 per tahun. Saya berharap, semua fasilitas ini bisa dimanfaatkan secara optimal,” tandasnya.
Camat Sukaresmi Dukung Desa Weru Jadi Percontohan
Camat Sukaresmi, Tatang Fauzi, yang turut hadir dalam kegiatan tersebut, memberikan apresiasi terhadap program kerja Kelompok 19 KKN Unma Banten.
Menurutnya, digitalisasi pelayanan pemerintahan desa merupakan langkah positif dalam menghadapi perkembangan teknologi sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Terlebih, Desa Weru menjadi lokasi pilot project yang diharapkan dapat menjadi contoh bagi desa-desa lainnya di Kecamatan Sukaresmi.
“Terima kasih Kelompok 19 KKN Unma, terima kasih Diskomsantik Pandeglang. Semoga langkah ini menjadikan Desa Weru khususnya, dan Kecamatan Sukaresmi umumnya, akan semakin maju dan berkembang,” harap Tatang.
Program tersebut diharapkan tidak berhenti setelah berakhirnya masa KKN. Keberlanjutan pengelolaan website, administrasi digital, keamanan informasi, serta kemampuan aparatur desa dalam mengelola konten menjadi faktor penting agar konsep smart village Desa Weru benar-benar berjalan dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
Usup

Posting Komentar